PejuangKantoran.com - Begitu mendengar kabar tentang buku Filosofi Teras akan difilmkan, Sherina Munaf langsung menunjukkan ketertarikannya. Ia menyampaikan minatnya itu ke manajemen untuk mendapatkan sinopsis film terlebih dahulu.
Setelah membaca, ia kemudian bertemu dengan sutradara Affandi Abdul Rachman dan mengemukakan ketertarikan untuk memerankan karakter utamanya, Nea. Jadi, ia tidak sepenuhnya ditawari.
"Aku mendengar ada proyek ini, kemudian aku bicara dengan manajemen aku. 'Ini difilmin? Filosofi Teras karyanya Henry (Manampiring)? Buku yang aku baca? Mau dong lihat sinopsisnya?'
Baca Juga: Buku Filosofi Teras Difilmkan, Bakal Seperti Apa Film yang Mengusung Aliran Stoikisme Ini?
"Ketika baca, aku meng-advocate diri aku untuk ketemu meeting dan akhirnya ketemu sama Mas Affandi langsung. Kita juga ada screen test dan kayaknya, ada pilihan lain (kandidat pemain) ya waktu itu?” ujar Sherina, saat peluncuran teaser poster dan trailer di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Namun setelah audisi, aktris berusia 36 tahun itu merasa kemungkinan dirinya lolos seleksi sangat kecil. Ia merasa kurang maksimal saat membawakan karakter Nea.
“I remember waktu itu, pulang, agak... Kayaknya tidak dapat, lah! Kayaknya tadi, sumpah nggak bohong, kureng gitu!” serunya.
Di luar dugaan, Sherina justru lolos screen test dan mendapatkan peran yang diimpikannya. Ia jelas merasa sangat bersyukur.
“Mungkin Mas Affandi bisa memfilter sesuatu dari apapun yang aku kasih saat itu dan cocok ternyata, gitu ya Mas. The first thing I did adalah aku kabarin Henry karena Henry belum tahu.
"Pas ketemu, aku bilang, ‘Hen tahu sesuatu tidak?’ Akhirnya kita ngobrol-ngobrol gitu. Nah, gimana setuju tidak? Restui aku tidak?” seru aktris yang melejit berkat perannya di Petualangan Sherina itu.
Terlibat dalam proyek film ini bagi Sherina sangat istimewa karena falsafah-falsafah yang ada di dalam buku self-improvement itu sangat membantu dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya soal amor fati.
Baca Juga: Diadaptasi dari Buku Best Seller, Film'Filosofi Teras' Soroti Perjuangan Sandwich Generation
Menurutnya, amor fati yang berarti "cintai takdirmu" adalah sesuatu yang bisa dimengerti setelah membaca. Meski begitu, mencintai jalan hidup merupakan hal yang sangat personal.
“Di hidup aku, amor fati adalah ordeal yang harus dijalankan. Pada akhirnya, untuk belajar mencintai diri sendiri butuh proses dan ngobrol-ngobrol dengan orang-orang yang juga mengalami obstacles dalam hidupnya!” kilahnya.
Salah satu orang yang membantunya menerapkan falsafah tersebut tak lain Henry Manampiring sebagai penulis buku Filosofi Teras itu sendiri.
“Contohnya mungkin dengan Henry, aku sudah cukup lama berteman. Even before Filosofi Teras. Cukup sering ngobrol soal hardships dan juga checking upon each other, apalagi pas zaman COVID.