Pejuangkantoran.com – Mungkin kita semua pernah mengalami namanya “saltum” alias salah kostum. Kita sudah merasa “chic” dan percaya diri dengan dandan formal untuk sebuah acara, ternyata acaranya sangat santai dan informal.
Malu, jengah, atau minimal tidak nyaman karena bisa jadi acaranya di outdoor yang panas sehingga kita kegerahan dengan pakaian formal itu.
Namun, mungkin banyak yang tidak terlalu peduli atau tidak terlalu “ngeh” kalau “salfum” alias “salah parfum”. Ya, acap kali kita memakai parfum yang memang kita suka tapi sebenarnya kurang pas dengan suasana, acara, atau lokasi saat itu.
Misal, acaranya santai dan informal namun kita pakai parfum dengan notes yang cenderung formal. Ya, ini adalah salah satu “kesalahan” yang mungkin kerap terjadi dalam mengenakan parfum yang mungkin tidak kita sadari.
Ada sejumlah “kesalahan” dalam mengenakan parfum yang bisa jadi kamu tak sadari, seperti berikut ini:
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Tahan Lama Murah Meriah dengan Harga di Bawah Rp100 Ribu
- Menggosok pergelangan tangan setelah menyemprot parfum (paling umum)
Kesalahan: Menyemprot parfum di pergelangan tangan lalu menggosokkannya.
Mengapa salah?
- Gesekan menghasilkan panas yang mempercepat penguapan top notes.
- Aroma awal menjadi berubah dan perkembangan parfum bisa terasa berbeda dari yang dirancang oleh perfumer.
Yang benar: Semprotkan, lalu biarkan mengering sendiri.
- Menyemprot terlalu banyak
Banyak orang berpikir semakin banyak semakin tahan lama. Padahal hidung akan cepat mengalami olfactory fatigue (nose blindness) sehingga pemakai merasa aromanya hilang, padahal orang lain masih mencium sangat kuat.
Selain itu, terlalu banyak parfum bisa mengganggu orang di sekitar.
parfumBaca Juga: Alasan Utama Mengapa Pilot Dilarang Memakai Parfum atau Hand Sanitizer sebelum Penerbangan
Panduan umum:
- Eau de Cologne (EDC): 4–6 semprotan
- Eau de Toilette (EDT): 3–5 semprotan
- Eau de Parfum (EDP): 2–4 semprotan
- Extrait/Parfum: 1–2 semprotan
Jumlah ideal juga dipengaruhi suhu, kelembapan, dan kekuatan parfum.