- Menyemprot pada kulit yang sangat kering
Seringkali kita asal semprot pada kulit kita yang kering. Kulit kering tidak mampu mempertahankan molekul parfum selama kulit yang terhidrasi.
Solusinya, gunakan pelembap tanpa aroma sebelum memakai parfum. Oleskan petroleum jelly tipis pada titik nadi juga dapat membantu memperlambat penguapan.
- Menyemprot dari jarak terlalu jauh
Sebagian orang menyemprot dari jarak 40–50 cm. Akibatnya, banyak parfum menguap di udara dan sebaran tidak merata. Idealnya, semprotkan dengan jarak sekitar 10–20 cm dari kulit.
- Menyemprot hanya pada pakaian
Parfum memang bisa bertahan lebih lama di kain, akan tetapi aroma di kain perkembangannya tidak sebaik di kulit karena tidak bereaksi dengan suhu tubuh. Selain itu, beberapa parfum dapat meninggalkan noda pada sutra atau pakaian berwarna terang.
Idealnya kombinasikan semprotan pada kulit (agar karakter aroma berkembang) dan pakaian (meningkatkan ketahanan notes parfum).
Baca Juga: Mau Ketemu Klien Sore Hari? Ini Cara Termudah Agar Tetap Segar dan Wangi Sepanjang Hari
- Mengabaikan titik nadi
Umumnya kita menyemprotkan parfum di pergelangan tangan dan leher. Ini sudah benar karena di situ adalah titik nadi, di mana areanya lebih hangat sehingg membatu penyebarana aroma.
Namun ada tempat lain yang juga menjadi titik nadi selain dua tempat tadi, yaitu belakang telinga, lipatan siku, dan belakang lutut (untuk cuaca dingin)
- Memakai parfum yang tidak sesuai cuaca
Ini juga sering menjadi “salfum” hanya karena kita memakai parfum dengan notes favorit. Padahal cuaca bisa membentuk persepsi yang beda.
Misal, ketika cuaca panas, akan lebih tepat jika mengenakan parfum dengan notes citrus, aquatic, dan green karena akan terasa lebih nyaman dipakai.
Sebaliknya parfum dengan notes oud, amber, atau vanilla pekat bisa terasa terlalu berat pada siang hari yang panas.
Baca Juga: Perusahaan Wewangian Menciptakan Aroma Khas Toko untuk Membangkitkan Kenangan Pelanggan
- Menyimpan parfum di kamar mandi
Tanpa disadari ini termasuk kesalahan yang sering dilakukan. Sebab, musuh parfum adalah panas, cahaya matahari, perubahan suhu, dan kelembapan tinggi
Kamar mandi mengalami semua kondisi tersebut.
Tempat terbaik untuk menyimpan parfum adalah lemari, laci, ruangan sejuk, dan jauh dari sinar matahari langsung
Artikel Terkait
Dikta Lempar Baju Bekas Main Tenis ke Penonton, Penggemar: “Bajunya Masih Wangi”
Duh, Pilot dan Pramugari di India Dilarang Pakai Parfum Saat Bertugas, Ternyata Ini Alasannya!
Mencium Aroma Gula dan Spiritus di Agrowisata Pabrik Gula Madukismo
Raup Ratusan Juta, UMKM Parfum Asal Sidoarjo Sukses Go Global Berkat BRI