PejuangKantoran.com - Siapa yang sering menangis saat menonton film atau drama Korea atau serial televisi Amerika? Jika kamu termasuk salah satunya, tak perlu merasa sebagai orang yang cengeng.
Faktanya, orang yang menangis selama menonton film cenderung memiliki sesuatu yang belum banyak dikembangkan oleh orang lain, yaitu empati. Hanya orang-orang khusus yang memiliki empati.
Banyak orang di luar sana—sosiopat, misalnya—yang kurang empati dan menjalani seluruh hidupnya tanpa pernah benar-benar menempatkan diri pada posisi orang lain. Ini berarti mereka tidak bisa benar-benar merasakan apa yang dirasakan orang lain.
Baca Juga: Kris Dayanti Rela Tidak Makan Gorengan Demi Menjaga Vokalnya Tetap Prima
Bisa merasakan empati membutuhkan kekuatan
Satu alasan yang membuat tidak semua orang bisa berempati adalah karena saat melakukannya dibutuhkan kekuatan yang cukup banyak.
Bisa peduli dengan situasi orang lain membutuhkan kekuatan. Jika hidupmu saja sudah dirasa cukup sulit, maka dapat benar-benar menempatkan diri pada posisi orang lain dan merasakan rasa sakit mereka, itu menunjukkan kalau kamu sangat kuat.
Kamu kuat untuk benar-benar menahan rasa sakit tersebut dan tidak mencoba menghindarinya. Kamu kuat untuk menjadi kuat bagi orang lain. Kamu kuat hingga bisa paham dari mana rasa sakit itu berasal dan benar-benar ikut merasakannya.
Bahkan jika yang ditangisi adalah karakter fiksi dalam sebuah film, ini menunjukkan kalau kamu benar-benar memiliki hati. Meskipun kamu merasa “patah hati”, tetapi kamu tahu bisa menyatukannya kembali.
Baca Juga: Seorang Karyawan Dipecat Karena “Terlalu Terorganisir”, Bisakah Perusahaan Melakukan Hal Tersebut?
Hal ini menjadi bukti kalau kamu dapat bangkit kembali meski ikut merasakan penderitaan orang lain dan cukup pintar untuk benar-benar memisahkan mana kenyataan, mana fiksi.
Alasan lain kamu menangis saat menonton
Memiliki empati bukan satu-satunya alasan orang bisa menangis saat menonton. Air mata juga bisa mengalir karena kamu merasa pernah merasakan apa yang dirasakan oleh karakter yang ditonton.
Itu adalah air mata kenangan yang menyakitkan. Kamu mungkin merasa katarsis saat menonton dan melihat karakter di dalamnya orang mengalami hal-hal yang pernah kamu alami.