senggang

Hanung Bramantyo Sempat Ragu Alur Cerita Catatan Si Boy Terlalu Cemen buat Anak Sekarang

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 21:40 WIB
Hanung Bramantyo sempat ragu ending Catatan Si Boy bakal terlalu cemen buat penonton sekarang. (Instagram/@syifahadju)

PejuangKantoran.com - Lebih dari tujuh tahun sebenarnya sutradara Hanung Bramantyo melalui rumah produksi Dapur Film miliknya berkeinginan untuk menggarap remake film Catatan Si Boy.

Catatan Si Boy pertama kali dibuat pada tahun 1987 sebagai adaptasi dari sandiwara radio yang disiarkan oleh Radio Prambors. Film ini sukses di pasaran dan mengantarkan Onky Alexander, Dede Yusuf, Merriam Bellina, Ayu Azhari, sebagai idola remaja kala itu.

Namun, keinginan Hanung Bramantyo selalu menemui kendala, mulai dari penulisan naskah hingga mencari pemeran yang tepat. Ketika tim produksi sudah siap syuting, tiba-tiba pandemi Covid-19 melanda negeri.

Baca Juga: Akting Angga Yunanda Pernah Dianggap Terlalu Sinetron, Kini Ia Belajar Hal Baru di Budi Pekerti

Baru tahun 2022 akhirnya syuting film Catatan Si Boy bisa berjalan. Film ini direncanakan untuk tayang pada 17 Agustus, dan sudah sejak awal bulan Agustus para pemain berkeliling daerah untuk mempromosikan film melalui gala premiere.

“Saya bangga mempresentasikan Angga Yunanda sebagai Boy masa kini. Buat generasi ‘90an kayak saya, jangan kaget kalau Boy yang sekarang lebih cantik dari pada yang dulu,” tutur Hanung Bramantyo, saat konferensi pers film Catatan Si Boy di Epicentrum, Kuningan, Sabtu (5/8/2023).

“Tapi, begitulah kenyataannya jika kegantengan juga berevolusi. Terbukalah dengan perkembangan zaman. Karakter Boy tidak hanya stuck dalam satu penggambaran, tapi berkembang dan bisa diperankan oleh siapapun.

“Bagi saya, Angga sudah memberikan performance yang luar biasa. Ini merupakan awal sebuah franchise dari Catatan Si Boy!” ungkap Hanung Bramantyo, memberi bocoran kemungkinan adanya sekuel Catatan Si Boy ke depannya.

Sebenarnya, tidak mudah bagi Hanung melakukan remake ulang sebuah film yang sudah sangat ikonik.

Jika menilik balik, film Catatan Si Boy booming pada tahun 1987 karena dianggap sebagai suatu gerakan perlawanan anak muda terhadap perlakuan orangtua yang kolot.

Mereka tidak suka orangtua terlalu mengatur hidup mereka, bahkan sampai ke urusan siapa yang menjadi pacar mereka.

Baca Juga: Terbiasa Main Teater, Ini Kesulitan Sha Ine Febriyanti Saat Bermain di Film Budi Pekerti

“Saya bertanya dalam hati saya, apakah konteks yang ada di dalam skenario film masih relate dengan anak-anak sekarang. Ending film yang lama adalah mereka (tokoh Boy dan Nuke) memutuskan untuk pacaran backstreet.

“Apakah ending seperti itu masih masuk akal? Jangan-jangan di tengah gempuran OTT (Over-The-Top, layanan media melalui internet) dengan film-film cerita yang sangat berat dan beragam, cerita Catatan Si Boy ini menjadi sangat cemen,” ujarnya.

Hal itulah yang membuat Hanung sempat ragu pada awalnya. Bahkan, pada saat syuting, ada pergolakan dalam hatinya untuk mengganti dialognya agar lebih berat. Namun setelah melihat hasilnya, Hanung malah merasa pede.

Halaman:

Tags

Terkini