5 Alasan Mengapa Kamu Tidak Dipromosikan untuk Jabatan yang Lebih Tinggi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 30 November 2022 | 13:07 WIB
Ilustrasi: Ada alasan mengapa kamu tidak dipromosikan untuk sesuatu jabatan.  (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Ada alasan mengapa kamu tidak dipromosikan untuk sesuatu jabatan. (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Menerima kabar bahwa jabatan yang kamu incar jatuh ke tangan orang lain memang mengecewakan. Seringkali promosi jabatan justru diberikan pada si A yang kamu tahu sering melimpahkan pekerjaan pada orang lain, tipe orang yang datang siang dan menyelinap keluar sesukanya. Setelah kamu berupaya menindaklanjutinya dengan si bos -yang kamu harapkan bisa membantumu memahami mengapa bukan kamu yang dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi tersebut -seringkali itu hanya melukai egomu.

Si bos mungkin sama tidak nyamannya dengan kamu ketika harus mengabarkan berita buruk tersebut. Namun bisakah kamu mendapatkan jawaban mengapa kamu tidak dipromosikan untuk jabatan tersebut, dan mengapa keputusan tidak berjalan sebaliknya? Berikut alasannya:

Baca Juga: Hati-hati Counteroffer: Cara Si Bos Yakinkan Karyawan Agar Batal Resign. Familiar dengan 4 Alasan Ini?

1. Kamu tidak menunjukkan leadership skills
Manager tentunya ingin melihat bahwa kamu peduli dengan tim dan misi perusahaan, bukan sekadar melakukan pekerjaan. Mulailah berinisiatif dan coba dorong tim kamu untuk bergerak mencapai tujuan bersama. Kalau kamu tidak ikut serta dalam acara seperti outing atau team building, kamu kehilangan pengembangan hubungan kerja dengan kolega dan atasan. Jadilah diri sendiri yang otentik dan rendah hati. Tunjukkan minat yang tulus pada orang-orang di sekitarmu.

2. Tidak memiliki skills yang diperlukan untuk posisi tersebut
Inilah salah satu kesalahpahaman paling umum tentang keputusan promosi, yaitu bahwa promosi hanya didasarkan pada kinerja dalam posisi saat ini. Kamu mungkin sangat efektif dan efisien dalam menyelesaikan tugas, tetapi posisi yang kamu harapkan ternyata membutuhkan analytical skills yang tidak kamu miliki. Seseorang yang mahir dalam data entry mungkin memerlukan pendidikan atau pelatihan tambahan untuk menjadi data analyst, yang membutuhkan pemikiran strategis dan kemampuan memecahkan masalah.

Baca Juga: Jangan Terkecoh, Ini Cara Menebak Seseorang Memang Expert atau Hanya Percaya Diri

3. Enggan bertanya bagaimana meningkatkan kemampuanmu
Oke, kamu mungkin sudah melakukan pekerjaan dengan baik untuk menunjukkan pada si bos bahwa kamu layak dipromosikan. Meskipun begitu, tidak berarti kamu tidak perlu meningkatkan kemampuan. Coba tanyakan pada si bos bagaimana kamu bisa menjadi lebih baik. Luangkan waktu untuk mengembangkan keterampilan baru dan berlatihlah menerima feedback seperti seorang bos. Kalau kamu bisa menerima kritik membangun tanpa bersikap defensif, berarti kamu sudah siap mencapai level yang lebih tinggi.

4. Kamu sulit menerima masukan
Barangkali kamu memang sudah layak dipromosikan, tetapi kamu menjadi sangat defensif ketika diberi masukan oleh si bos. Kaum perempuan umumnya memang sulit untuk tetap tenang ketika menerima kritik membangun. Padahal, feedback atau kritik tidak selalu negatif. Mungkin bos kamu memang punya beberapa poin yang valid. Dia memberitahu kamu cara meningkatkan kinerja —ini informasi yang bagus ketika kamu sedang mencari promosi. Jadi, saat kamu menerima masukan, tahan keinginan untuk membela diri. Cobalah untuk menerimanya dan lihat apa yang dapat Anda pelajari darinya.

5. Tidak melakukan pendekatan pada si bos
Melakukan pendekatan tidak selalu berarti “menjilat”. Anggaplah itu untuk membangun relasi yang kuat di dalam perusahaan. Ikutlah sarapan ketika bos-bos sedang sarapan di kafe di kantor, atau ikut ngopi ketika bos-bos yang lain tengah ngopi sore. Dengan demikian kamu jadi lebih dikenal, dan gunakan kesempatan itu untuk berbagi ide atau mencaritahu kebijakan-kebijakan terkini perusahaan. Bagi banyak atasan, keputusan untuk mempromosikan seseorang juga membutuhkan masukan dari orang lain. Itulah mengapa kamu harus berjejaring lebih luas lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Muse, Quicken, We Mean Career

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X