Selama ini ia syuting film atau serial TV di kawasan Jabodetabek saja. Tidak ada proyek filmnya yang syutingnya 100 persen di luar kota, sehingga Budi Pekerti memberi pengalaman yang sangat berkesan buatnya.
“Hampir semua krunya juga orang Jogja. In frame atau luar kamera, secara nggak sadar kita menggunakan dialog dalam aksen Jogja,” tukasnya.
Baca Juga: Menanti Putusan MKMK Atas Perkara Etik Hakim MK Anwar Usman
Angga juga mengaku sangat mengagumi ketelitian Wregas Bhanuteja dalam mengarahkan pemain, dan menyebutnya sebagai sutradara jenius.
“Menurut aku, Kak Wregas itu salah satu sutradara yang paling jenius, dan menjadi masa depan perfilman Indonesia. Dia benar-benar mengajari aku banyak hal, membuka perspektif baru terhadap aktor dan perfilman secara general.
“Banyak hal yang bisa kita gali berkaitan dengan karakter selama proses syuting berlangsung,” serunya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Jadi Aktris Sekaligus Mahasiswa Ini Tips Sukses Amel Carla Lulus Sarjana Hukum 3,5 Tahun
Pertama Main di Film Horor, Fadi Alaydrus Senang Kesampaian Bisa Main bareng Yasamin Jasem
Dijuluki Megatron, Atlet Voli Indonesia Megawati Hangestri Kini Jadi Idola Baru di Korea Selatan
Chicco Kurniawan Bangga Sekaligus Cemas, Film Seperti 13 Bom Di Jakarta Bisa Dibuat di Indonesia
Peran Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Kabur dari Bootcamp Militer
Begini Cara Prilly Latuconsina Meneteskan Air Mata di Mata Sebelah Kiri Saja di Film Budi Pekerti
Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Ngaku Sempat Sulit Keluar dari Karakternya