Baginya, berapa tawaran honor tidak pernah menjadi pertimbangannya dalam menerima tawaran film. Baginya, naskah, sutradara dan karakter adalah tiga hal yang pasti ia lihat pertama kali setiap kali mendapat tawaran proyek film.
Begitu juga, soal genre film. Ia tidak pernah mematokkan sebagai artis di genre tertentu.
“Honor, bayaran atau hal seperti itu tidak pernah saya lihat sebagai penentu. Kriteria saya menerima satu projek akting, pertama skripnya!" ucapnya.
Baca Juga: Ini Jobdesk Engineer dan Analyst, Sama-Sama Bekerja dengan Data tapi Beda Fokus
"Karena menurut saya skrip itu bible-nya dari sebuah film. Skrip itu seperti apa, yang mengerjakan siapa, karakternya menarik atau tidak, bisa atau tidak saya lebarkan range akting dari karakter yang pernah saya mainkan."
"Apakah punya karakteristik yang sama atau berbeda dari yang sebelumnya. Kurang lebih itu sih yang menjadi dasar pertimbangan saya. Sebagai aktris, saya tidak mematokan sebagai artis di genre tertentu. Misalnya, horor doang, drama doang. Ketika itu klik di saya, ya I wanna do it!” (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Pasangan Ayah-Anak Rukman Rosadi-Elang El Gibran Perankan Teguh dan Basuki di Srimulat: Hidup Memang Komedi
Astana Oetara dan Kenangan akan Mangkunegara VI
Usai Dikudeta di Perusahaan Sendiri Open AI, Sam Altman Malah Direkrut Jadi CEO Ketiga Microsoft
Main di Film Komedi Gampang Cuan, Vino G. Bastian Mengaku Kudet dalam Hal Keuangan
Ditanya Kenapa Suka Banget Main Film Horor, Taskya Namya: Saya Belajar Banyak dari Film Horor!
Kenapa Blackpink Diberikan Penghargaan oleh Raja Charles di Istana Buckingham?
Nggak Janjian Nulis 'Jalan Pulang', Yura Yunita dan Donne Maula: Lagu Ini Sudah Seperti Jalan Tuhan
Yang Bikin Taskya Namya Excited Main di Film Lembayung: Ada Arya Saloka! Hayooo... Kenapa?
Siapa Futri Zulya Savitri, Anak Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang Dekat dengan Verrel Bramasta?
Profil Geert Wilders, Politikus Pemenang Pemilu Anti-Islam yang Dijuluki Donald Trump dari Belanda