Namun, menurutnya film adalah sebuah kerja kelompok, sehingga ia lebih suka untuk banyak berdiskusi dengan orang-orang yang terlibat di dalam sebuah proyek.
“Ngobrol sama sutradara, ngebedah naskah, ngobrol sama pelatih akting, dan ngobrol sama orang-orang yang sudah berpengalaman seperti para senior yang aku temui di lokasi syuting itu penting.”
Baca Juga: Ini Uang Logam Rp500 dan Rp1.000 yang Ditarik Bank Indonesia, Kamu Masih Punya Nggak?
Tidak bisa dipungkiri bahwa berdiskusi dengan sutradara dan lawan main adalah salah satu hal yang membuatnya cepat menangkap inti cerita daripada cuma membaca naskah.
“Ngobrol itu salah satu yang bikin aku pede, ngerasa bisa ngelewatin semua ini, dibantu sama semua orang yang bekerja sama dengan aku.
“Film ini kan kerja ramai-ramai. Itu juga yang membuat aku sampai sekarang mampu memerankan berbagai macam karakter!” pungkasnya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Memotong Daging dan Ikan dengan Pisau Tajam, Mana Lebih Sulit?
Tawaran PHK Karyawan Nestlé Katanya Sudah Diterima, Kenapa Masih Ada Aksi Demonstrasi?
Jangan Tersinggung Dulu, Ini Alasan Kenapa Mie Lethek Disebut Mie Terjelek di Dunia
Modus Penipuan Baru (Lagi), Video Call dari Nomor Tak Dikenal Bisa Berakhir dengan Pemerasan!
Banyak Orang Indonesia Pindah Kewarganegaraan Singapura, Apa Syarat Menjadi Warga Negara Singapura?
Pegipegi Tutup Setelah 12 Tahun Beroperasi, Bagaimana Nasib Tiket yang Terlanjur Dibeli Pelanggan?
Umat Islam Kecewa Ka’bah Ditutup, Ini Momen Bersejarah Lain saat Kiblat Umat Islam Tak Bisa Diakses