"Menariknya, selesai syuting pernah tumbuh lagi. Tapi saat harus foto official poster, ya, dibotakin lagi!” ucapnya.
Totalitas Daffa untuk film Pemukiman Setan ini dilakukan sepenuh hati. Tidak hanya mencukur rambut, tetapi juga menambah tato dan berminggu-minggu latihan berbicara dalam bahasa Jawa dengan logat Malang.
Baca Juga: Di Balik Cedera Bahu atau Shoulder Pain, Ternyata Ada...
“Yang paling spesial di film ini, karakter aku berdialog dalam bahasa Jawa logat Malang. Nature-nya bahasa Jawa Malang tidak mudah diucapkan.
"Saat mengucapkan kata-kata kasar seperti j*nc*k, itu harus tepat penyampaiannya, tidak boleh kebanyakan juga, dan itu sangat dijaga oleh tim produksi.
"Karena kalau pengucapan bahasa tidak benar, sayang bisa membunuh filmnya,” terangnya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Bukan Nepo Baby, Devano Danendra Tepis Stigma Mudah Berkarir di Dunia Hiburan karena Dia Anak Iis Dahlia
Nicolas Puech, Konglomerat Pewaris Hermes Bakal Berikan Warisan Jutaan Dolar ke Tukang Kebunnya
Efek Kesuksesan Peran sebagai Pelakor di Layangan Putus, Anya Geraldine Mengaku Sering Di-Bully Warganet
Bukan Buat Diet, Ini Alasan Indy Barends Selalu Minum Jus Sayur dan Buah Buatan Siti Stereo di Pagi Hari
Demi Transformasi Penuh sebagai Buya Hamka, Vino G Bastian Rela Hanya Minum Jus Setiap Syuting
John Bon Jovi dan Kisah Kehilangan di Hari Natal
Reza Rahadian Mengaku Tak Sulit Membangun Chemistry dengan Raihaanun untuk Layangan Putus The Movie