Di Balik Cedera Bahu atau Shoulder Pain, Ternyata Ada...

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 23 Desember 2023 | 16:13 WIB
Foto mengenai kegiatan penanganan secara profesional fisioterapis untuk cedera olahraga tenis melalui program Tennis Physio by Bebas Cedera di acara Tennis Kuy. (Bebas Cedera Jeremy Tobing )
Foto mengenai kegiatan penanganan secara profesional fisioterapis untuk cedera olahraga tenis melalui program Tennis Physio by Bebas Cedera di acara Tennis Kuy. (Bebas Cedera Jeremy Tobing )

PejuangKantoran.com - Bahu adalah bagian tubuh manusia yang sering digunakan untuk bergerak.

Bahu yang berada di bagian pangkal lengan memilki sendi putar.

Sendi putar ini, sudah barang tentu, memudahkan pergerakan seluruh lengan maupun tangan untuk berbagai kegiatan.

Laman Pusat Kesehatan Universitas Rochester yakni urmc.rochester.edu, dalam catatannya membeberkan berbagai kegiatan yang melibatkan bahu berikut potensi cederanya.

Mengangkat benda ringan hingga berat, melempar bola, memukul dengan raket baik badminton atau tenis, mendayung hingga mendorong sesuatu adalah ragam kegiatan gerak tubuh manusia yang melibatkan bahu.

Rentang gerak yang beragam membuat bahu adalah kelompok sendi yang terbanyak beraktivitas.

Kendati dengan kekayaan fleksibilitasnya, bahu menjadi sendi yang tidak begitu stabil.

Sendi bahu dengan kekayaan geraknya pun rentan terhadap potensi terluka.

Cedera bahu atau dalam istilah kebugaran dan kesehatan shoulder pain acap menimbulkan rasa nyeri.

Shoulder pain biasanya muncul pada satu atau lebih di otot pengikat di kawasan sendi putar bahu.

Jatuh dengan tumpuan tangan, mengangkat beban terlalu berat, berolahraga tanpa mengenal waktu dengan melibatkan gerakan bahu menjadi pemicu alias biang keladi shoulder pain.

Shoulder pain atau cedera bahu bisa pula terjadi pada orang berusia tua.

Pada orang berusia tua atau lansia, menurunnya elastisitas sendi bahu juga menjadi biang kerok shoulder pain.

Di samping dampak pergerakan, shoulder pain pada manusia berusia 50 tahun ke atas bisa terjadi karena paparan embusan udara dingin terus-menerus dari pendingin udara atau air conditioner alias AC.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X