“Walau tidak 100 persen meng-cancel fast fashion -karena tentu kita hidup dalam sistem ya, kita tidak bisa tiba-tiba cut semua- cuma ada baiknya berpikir sebelum membeli fashion," tutur keponakan Becky Tumewu ini.
"Jangan cuma berfokus pada harga yang murah, lalu kita beli. Pikirkan juga apakah brand ini conscious-nya baik atau tidak, dilihat juga made in apa, apakah orang-orang di situ sejahtera atau tidak," terang aktris kelahiran 3 April 1992 ini.
Baca Juga: Di Jepang, Jumlah Pencari Kerja Usia 65 Tahun ke Atas Meningkat
Ketika akan membeli pakaian, sebaiknya kita pikirkan dulu apakah memang harus membelinya, atau akan berapa lama umur baju tersebut. Sebab sekecil apapun tindakan kita, hal itu akan berdampak pada lingkungan.
Daripada mengonsumsi fast fashion, ia lebih suka membeli pakaian yang berbasis eco fashion.
“Jadi antara fast fashion versus eco fashion, dampaknya beda banget. Ada brand lokal yang sudah menggunakan proses pembuatan baju dari hulu ke hilir. Nama brand-nya Sukacita.
Baca Juga: 6 Tanda Kamu Dewasa Soal Uang di Usia 20-an, Catat: Yang Penting Nggak Gampang FOMO!
"Mereka menanam benang sendiri, menanam bahan-bahan pewarnaannya sendiri. Mereka punya delapan kampung di mana ladang mereka ditanam semua bahan garmen.
"Ibu-ibu di kampung itu juga membatik dan menganyam baju-baju. Sebagai perempuan, ibu-ibu ini menjadi independen, bisa menghasilkan uang, menyekolahkan anaknya,” pungkasnya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Complex Assistant IT Manager di Marriot Group
Resmi Hiatus Per 1 Januari 2024, Ini 5 Lagu Terpopuler NOAH Sepanjang 11 Tahun Karirnya
Tahun Ini, Pemerintah Buka 690 Ribu Lowongan CPNS 2024 untuk Fresh Graduate
Siap-siap Rekrutmen CPNS 2024, Ini Formasi dan Syarat Utama Daftar Jadi Pegawai Negeri Sipil
TikToker Ini Borong Seluruh Tiket Sebioskop untuk Nonton Sendirian
Pantesan Lamaran Kerjamu Ditolak Melulu, Ini 7 Kesalahan dalam CV yang Bikin Kamu Susah Dapat Kerja
Piknik Musim Dingin di Jepang, Siapkan 5 Hal Ini agar Badan Tetap Hangat