PejuangKantoran.com - Nama Ario Bayu menjadi perbincangan ketika ia memerankan Soeraja di serial Gadis Kretek. Warganet menganggap peran tersebut sebagai pria red flag.
Di film Sehidup Semati, ternyata Ario Bayu berperan sebagai Edwin, yang juga masuk dalam kategori pria red flag. Perlakuannya terhadap istrinya, Renata (Laura Basuki) begitu kejam.
“Ini baru dua kali, ya. Bagi saya (kembali berperan sebagai pria red flag), itu mungkin karena message-nya yang ingin diutarakan,” ujar Ario Bayu saat konferensi pers Sehidup Semati di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Senin (8/1/2024).
Baca Juga: Cakep, Indonesia Cicipi 3 Stadion Berbeda di Penyisihan Grup D Piala Asia 2023
“Penting sekali kita melihat ada sosok laki-laki di dalam realita yang seperti Edwin, dan juga sebenarnya korban seperti Renata. Memang kita harus menguak tabu-tabu yang masyarakat harus tahu,” katanya.
Saat menerima peran ini, aktor kelahiran 6 Februari 1985 ini merasa punya tugas untuk mempresentasikan karakter Edwin seperti yang sudah dipaparkan sutradara Upi sebagai orang yang sangat keras, patriakis, dan buruk.
“Bisa diawali pertama kali saya dan Upi sepakat kerja bareng untuk proyek ini. Saat membaca naskah, juga tentang karakter dan latar belakangnya, (isunya) memang sangat sensitif.
“Ada beberapa obrolan konsep yang memang harus dikedepankan. Ada tabu sosial yang harus diangkat. Edwin itu sebenarnya simbol dari manifestasi dogma yang tidak benar.
“Mungkin Edwin punya latar belakang di mana ia dididik oleh orang tuanya bahwa lelaki itu sebagai kepala rumah tangga tidak apa-apa melakukan, misalnya, KDRT!” terangnya.
Lucunya meskipun hanya berakting, suami aktris Valentine Payen ini mengakui sering merasa bersalah setiap kali harus melakukan adegan kekerasan bersama Laura Basuki.
“Isunya kacau banget, ya? Dan, saya kadang pas melihat Laura take, atau kita berdua selesai melakukan scene, saya seperti, ‘Aduh kasihan banget sih, bini gue!” celetuk Ario, yang langsung ditimpali sutradara Upi bahwa Ario memang tidak tegaan.
Baca Juga: 4 Tipe Introvert yang Jarang Dikenali, Mana yang Paling Menggambarkan Kepribadian Kamu?
Namun setiap kali hatinya terusik, Ario kembali mengingatkan dirinya bahwa peran ini bertujuan untuk membangun kesadaran tentang buruknya KDRT. Selain itu juga untuk memberi gambaran tentang dampak negatif sebuah manifestasi dogma yang salah.
“Realitanya memang ada keluarga-keluarga yang mengalami KDRT. Jadi pada intinya, saya dengan semua kekuatan, ingin memberi contoh. Inilah manifestasi yang salah.
“Saya simbol yang jangan diikuti. Sebagai wakilnya laki-laki, saya belajar banyak dari karakter Edwin. Bahwa ternyata ada tradisi-tradisi, atau paham-paham atau kultur yang, nggak tahu ya, mungkin dikotominya apakah harus dipertahankan atau memang harus kita revisi ulang.
Artikel Terkait
Haruskah Membuang Paspor yang Sudah Mati, dan Apa Manfaat Menyimpan Paspor Lama?
Tatkala Pelukis Berkebutuhan Khusus Daffa Airotama Kumara Memlih Jakarta dalam Pelukan Malam
Visa yang Masih Berlaku di Paspor yang Sudah Mati Ternyata Bisa Jadi Nilai Tambah, Lho!
Bakal Segera Viral, Croissant Unik Isi Tolak Angin, Cobain Yuk!
Atlet Legendaris Lisa Rumbewas Meninggal Dunia, Punya Riwayat Epilepsi dan Infeksi Paru
Dukung Pemilu Damai dan Bebas Hoax, JPP Audiensi ke TKN Fanta dan Relawan Digital Prabowo-Gibran
Untuk Jadi Juara Catur, Coaching Clinic Saja Tidak Cukup