“Jadi, itulah yang menarik dari karakter Edwin, walau menjengkelkan sebenarnya!” kilahnya.
Hal lain yang membuat Ario Bayu antusias terlibat dalam proyek film Sehidup Semati adalah karena kisah KDRT ini disampaikan dari sudut pandang sutradara perempuan.
“Yang saya suka dari film ini, jujur, ini cerita dari point of view sutradara perempuan. Female gaze. Ini penting karena sebelumnya ada paradigma kita memandangnya hanya dari male directors. Itu pasti berbeda nuansa dan polanya.” (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Haruskah Membuang Paspor yang Sudah Mati, dan Apa Manfaat Menyimpan Paspor Lama?
Tatkala Pelukis Berkebutuhan Khusus Daffa Airotama Kumara Memlih Jakarta dalam Pelukan Malam
Visa yang Masih Berlaku di Paspor yang Sudah Mati Ternyata Bisa Jadi Nilai Tambah, Lho!
Bakal Segera Viral, Croissant Unik Isi Tolak Angin, Cobain Yuk!
Atlet Legendaris Lisa Rumbewas Meninggal Dunia, Punya Riwayat Epilepsi dan Infeksi Paru
Dukung Pemilu Damai dan Bebas Hoax, JPP Audiensi ke TKN Fanta dan Relawan Digital Prabowo-Gibran
Untuk Jadi Juara Catur, Coaching Clinic Saja Tidak Cukup