Bayu Skak Kembali Hadir lewat Sekawan Limo, Komedi Horor dengan Gaya Jawa Timuran

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 7 Juli 2024 | 12:00 WIB
Film horor komedi terbaru Bayu Skak berjudul Sekawan Limo sudah tayang di bioskop sejak 4 Juli 2024. (Instagram/ sekawanlimo)
Film horor komedi terbaru Bayu Skak berjudul Sekawan Limo sudah tayang di bioskop sejak 4 Juli 2024. (Instagram/ sekawanlimo)

PejuangKantoran.com - Setelah Agak Laen, ada lagi film yang menggunakan genre komedi horor, yaitu Sekawan Limo. Film ini digarap Bayu Skak, yang sebelumnya sukses dengan empat fim Yowis Ben.

Di Sekawan Limo, unsur komedi tersaji dari para pemainnya. Selain Bayu Skak, ada Firza Valaza, Benidictus Siregar, dan Indra Pramujito, komedian yang juga dikenal sebagai MC asal Surabaya.

Film yang sudah tayang di bioskop sejak 4 Juli 2024 ini mengangkat cerita tentang Bagas (Bayu Skak), yang bersama teman-temannya melakukan perjalanan pendakian gunung. Tujuan mereka mendaki gunung bermacam-macam.

Baca Juga: Viral Paspor Lecet Selebgram Medan, Kenali Ciri-ciri Paspor Rusak yang Dilarang Terbang

Ada yang ingin melarikan dari pinjol, ada juga yang ingin healing dari konflik keluarga dan pacar. Namun, selama pendakian Bagas dan kawan-kawan tersesat sekaligus mengalami banyak kejadian aneh.

“Ini sebuah komedi horor. Tontonan yang menghibur, apalagi jika kita melihat kanan kiri kita sekarang banyak masalah. Lihat media sosial sedikit, ada masalah lagi.

“Film Sekawan Limo ini adalah film komedi yang rapet, digarap rapet antara komedi horor. Intisari film yang kami ingin suarakan adalah berdamai dengan masa lalu.

“Namun dengan kemasan fun, lucu, enak, ringan dengan makna yang dalam,” ujar Bayu Skak dengan logat Jawa Timur yang kental, saat konferensi pers Sekawan Limo di Epicentrum XXl, Kuningan, Kamis (27/6/2024).

Ide film ini berawal dari seringnya Bayu mendengarkan podcast horor ketika dirinya melakukan perjalanan jauh pulang balik Jakarta-Malang.

“Waktu Covid, naik pesawat kan rumit. Jadi, dari Malang ke Jakarta, saya sering pulang-pergi naik mobil. Di dalam mobil, sering mendengarkan podcast horor.

Baca Juga: Demi Dapat Uang Pensiun Ayahnya, Pria Jepang Tak Laporkan Kematian Ayahnya Selama 2 Tahun

“Saya tuh heran podcast horor di mana pun, yang nomer satu itu, selalu saja tentang pendakian gunung,” ujar aktor bernama asli Bayu Eko Moektito ini.

Dari situ, langsung terbersit ide untuk membuat cerita tentang pendakian gunung.

“Saya langsung… wah, kenapa nggak bikin ini saja, ya? Bikin sebuah film yang ringan. Tentang pendakian gunung, ada mistis-mistisnya yang ditambahin bumbu-bumbu komedi yang juga rapet,” ujar aktor kelahiran Malang, 13 November 1993 ini.

Jadilah Sekawan Limo. Dalam bahasa Jawa halus, sekawan artiya empat sedangkan limo artinya lima. Jadi, lima pendaki gunung, empat manusia, dan satu hanya demit yang ikut-ikutan naik gunung, tambahnya menyimpulkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X