“Saya mendapat kesempatan pergi ke Jerman, dan itu luar biasa. Karena ada suatu masa di mana saya bermimpi pergi ke sana dan itu menjadi kenyataan… Itu membuat saya bahagia dan termotivasi,” katanya.
“Peluang di sini setara. Hal ini tidak hanya berlaku bagi warga Saudi, tetapi juga ketika mereka melihat potensi pada setiap staf, bahkan ketika mereka bukan warga negara Saudi.”
Menurut Ade, masih banyak potensi perawat Indonesia untuk berkarir di Arab Saudi.
“Khususnya bagi perawat Indonesia, peluang untuk karir internasional di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, sangat besar.
Baca Juga: Salah Satu Icon ’90-an, Shannen Doherty, Berpulang Setelah Berjuang Melawan Kanker Payudara
"Kami memiliki potensi untuk memasuki pasar ini, mendapatkan pengalaman baru dan lebih baik, dan semoga mendapatkan imbalan finansial yang lebih baik,” harapnya.
Arab Saudi sendiri merupakan salah satu negara tujuan utama pekerja migran Indonesia dan menurut data pemerintah menduduki peringkat ketujuh tahun lalu.
Namun karena sebagian besar dari mereka adalah pekerja rumah tangga, Ade memperkirakan setidaknya ada sekitar 600 perawat Indonesia yang saat ini bekerja di Kerajaan Arab Saudi.
Artikel Terkait
Rekomendasi Investasi Jangka Panjang Buat Pejuang Kantoran yang Mau Nabung!
Gen Z di Jepang Rela Bayar Agen Resign Profesional untuk Bantu Mereka Mengundurkan Diri
Ini Dia Daftar 10 Negara Terkaya di 2024!
3 Pertanyaan Saat Wawancara Kerja yang Bisa Diajukan Tanpa Menunggu Akhir Interview
Rekor! 8,6 Juta Tiket Olimpiade Paris Sudah Terjual Habis
Simple Plan Bakal Nyanyikan Ulang Lagu Elton John untuk Ulang Tahun ke-30 Disney
WIPO Young Experts Program 2025 di Swiss Dibuka bagi yang Ingin Belajar Intellectual Property