Zhang Yiming Otak Di Balik Berdirinya Tik Tok Yang Saat Ini Mempunyai Kekayaan Senilai Rp714,1 Triliun!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 8 November 2024 | 10:35 WIB
Zhang Yiming pendiri Tik Tok. (Screen shot Youtube @ByteDance)
Zhang Yiming pendiri Tik Tok. (Screen shot Youtube @ByteDance)

Pejuangkantoran.com – Tik Tok boleh dibilang sebagai platform media sosial yang paling fenomenal dalam beberap tahun belakangan ini. Dalam Q2 2024 ini saja, Tik Tok menduduki aplikasi paling popular untuk diunduh, yaitu di angka 117,7 juta unduhan. Menyusul di bawahnya Whatsapp, Telegram, dan Temu.

Nama lokal Tik Tok di China adalah Douyin. Pertama kali diiluncurkan di China pada bulan September 2016. Tak butuh waktu lama, TikTok menjadi populer di China. Tahun 2017, ByteDance, perusahaan induk Tik Tok meluncurkan versi internasional.

Tik Tok semula diluncurkan sebagai platform berbagi video pendek, terutama untuk sinkronisasi bibir dan video menari. Saat ini TikTok telah berkembang menjadi layanan video lengkap, dengan konten tersedia untuk semua jenis pemirsa.

ByteDance punya pengalaman sebelumnya sebagai operator platform agregator berita yang didukung AI, Toutiao. Zhang Yiming, pendiri dan CEO ByteDance, memasukkan platform AI serupa ke dalam TikTok, yang mampu mengidentifikasi minat pengguna dan memberi mereka video yang lebih relevan.

Ide brilian Zhang Yiming inilah yang akhirnya menjadikan fondasi Tik Tok yang sangat kuat.

 Baca Juga: Fakta-fakta  Emas Sea Games Indonesia yang Viral di Tik-Tok

Lulusan software engineering

Zhang Yiming memang tak pernah jauh dari dunia digital. Yiming adalah lulusan Universitas Nankai di China, jurusan teknik perangkat lunak (software engineering).

Dikutip dari Business Insider, Yiming lulus pada tahun 2005 dan mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai karyawan di Kuxun, sebuah perusahaan website booking perjalanan di China.

Tahun kedua dalam bekerjanya, Yiming diberi tugas dan belajar tentang back-end technology. Tugas itu terkait penciptaan produk teknologi di perusahaan tersebut. 

Berkat kerja kerasnya mempelajari back-end technology, ia memberanikan diri untuk mencoba peruntungannya bekerja di Microsoft. Setelah itu ia mendirikan perusahaan startup, Byte Dance.

Tahun 2012, Yiming mendirikan aplikasi agregator berita yang kini sukses di China, bernama Toutiao.  Aplikasi itu didukung oleh artificial intelligence di bawah perusahaan Byte Dance.

Teknologi ciptaan itu mampu memprediksi tentang berita apa yang diinginkan oleh penggunanya. Ini mengantarkan Toutiao menjadi aplikasi paling populer dan banyak diunduh di iOS App Store, China pada tahun 2017.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X