PejuangKantoran.com - Paus Fransiskus sempat mengucapkan terima kasih kepada perawat pribadinya karena telah mendorongnya untuk menyapa umat di Lapangan Santo Petrus saat Paskah, hanya beberapa minggu sebelum beliau wafat.
Menurut laporan dari Vatikan, ucapan itu termasuk salah satu kata-kata terakhir Paus.
Paus asal Argentina itu wafat pada Senin pagi di usia 88 tahun akibat stroke dan gagal jantung. Ia meninggal kurang dari sebulan setelah kembali dari perawatan intensif selama lima minggu di rumah sakit karena pneumonia ganda yang parah.
Baca Juga: Alasan Prabowo Soal Town Hall Danantara Tiba-tiba Digelar Tertutup Tanpa Media
"Terima kasih telah membawaku kembali ke lapangan (St.Petrus saat misa Paskah)," ujar Paus kepada Massimiliano Strappetti, perawat yang selama ini sangat dipercayainya, setelah perjalanan terakhirnya dengan popemobile, menurut Vatican News.
Sebelum tampil di hadapan umat, Paus Fransiskus sempat bertanya pada Strappetti, "Menurutmu aku bisa melakukannya?" Strappetti pun meyakinkannya bahwa beliau mampu.
Saat itu, Paus menghabiskan sekitar 15 menit berkeliling di dalam popemobile, melambaikan tangan kepada ribuan umat dan memberkati bayi-bayi yang digendong para orang tua.
Meski terlihat sangat lelah saat perayaan Paskah, ia tetap menyapa umat dengan suara lemah, “Saudara-saudari, Selamat Paskah!”
Umat yang hadir membalas dengan penuh semangat, meneriakkan, “Viva il Papa!” yang berarti “Hidup Paus!”
Baca Juga: Transformasi UMKM Serela Food: Dari Cokelat Rumahan ke Brand Kuliner Sehat Berkat LinkUMKM
Yang mencengangkan, saat itu Paus Fransiskus tampil tanpa selang oksigen atau alat medis lainnya, hanya tiga minggu setelah keluar dari rumah sakit akibat kondisi pneumonia yang sempat mengancam nyawanya.
Setelah menyapa umat, Paus kembali ke kediamannya di Casa Santa Marta dan menghabiskan sisa hari Minggu dengan beristirahat serta menikmati makan malam yang tenang, menurut laporan Vatican News.
Namun, pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 waktu setempat, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun. Sekitar satu jam kemudian, Paus sempat melambaikan tangan kepada Strappetti dari tempat tidurnya.
Lambaian tangannya itu digambarkan sebagai “isyarat perpisahan,” sebelum akhirnya koma dan dinyatakan wafat pada pukul 07.35 pagi.
Artikel Terkait
Al-Asma'i, Pencipta Syair Tob Tobi Tob yang Pernah Kucing-Kucingan dengan Tukang Sayur
Hayao Miyazaki, Sosok Jenius Di Balik Visual Khas Animasi Studio Ghibli yang Lagi Viral
10 Penulis Terpilih Emerging Writers Ubud Writers & Readers Festival 2025: Wajah Baru Sastra Indonesia
Kabar Duka: Hotma Sitompul Meninggal Dunia, Dikenang Sebagai Pengacara Kenamaan
Aksi Menggegerkan Florence Pugh Lompat dari Gedung saat Berperan sebagai Black Widow di Thunderbolts
Paus Fransiskus Meninggal di Usia 88 Tahun, Umat Katolik di Dunia Berduka
Kardinal Ignatius Suharyo Siap Ikuti Konklaf Pemilihan Paus Baru di Vatikan Pada 6 Mei 2025
Isi Lengkap Surat Wasiat Terakhir Paus Fransiskus: Makam Sederhana dan Pesan Damai untuk Dunia
8 Barang yang Sebaiknya Gak Kamu Donasikan atau Jual di Thrift Shop