PejuangKantoran.com - Setiap tahun, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) menjadi panggung bergengsi bagi suara-suara baru dalam dunia sastra Indonesia.
Program Emerging Writers yang menjadi bagian penting dari festival ini kembali menghadirkan sepuluh penulis terpilih yang siap menapaki jenjang baru dalam perjalanan kepenulisan mereka.
Tahun 2025, nama-nama yang hadir berasal dari berbagai penjuru Indonesia—dari kota besar hingga daerah yang jarang terdengar di peta sastra nasional.
Berikut adalah sepuluh penulis terpilih dari program Emerging Writers UWRF 2025 beserta profil singkat mereka:
1. Alief El-Ichwan (Bandung, Jawa Barat)
Alief adalah penulis asal Tasikmalaya yang kini tinggal di Bandung. Lulusan Universitas Padjadjaran ini aktif menulis puisi, cerpen, artikel, hingga esai. Karier jurnalistiknya didukung dengan pengalaman mengikuti Kelas Cerpen Kompas (2017) dan Kelas Penulisan Cerpen Tempo (2024), menunjukkan konsistensinya dalam dunia kepenulisan sastra dan media.
2. Annisa Ivana (Jakarta)
Penulis serbabisa asal ibu kota ini mengeksplorasi banyak genre: mulai dari fiksi, reportase, hingga penulisan iklan. Annisa dikenal memiliki imajinasi yang luas dan rasa ingin tahu tinggi. Ia kerap menggabungkan pengalaman menjelajah berbagai tempat di Indonesia ke dalam karya-karyanya.
3. Charlotte Diana (Semarang, Jawa Tengah)
Charlotte menulis sebagai bentuk penyembuhan diri. Cerpen karyanya yang berjudul Humor Tentang Satu Dua Nol dimuat dalam antologi Decluttering Rasa terbitan Penerbit WR. Karyanya juga hadir di situs Ignite GKI. Sehari-hari, ia bekerja sebagai karyawan swasta dan menjadikan menulis sebagai bagian dari proses personal.
Baca Juga: Rumah Produksi Brad Pitt Dikabarkan Mulai Bahas Musim Kedua Adolescence dengan Sang Sutradara
4. Kukuh Yudha Karnanta (Surabaya, Jawa Timur)
Dosen Sastra Inggris di Universitas Airlangga ini memiliki segudang karya: cerpen, puisi, esai, ulasan, hingga artikel ilmiah. Kukuh membawa pendekatan akademik sekaligus artistik ke dalam tulisannya, menciptakan narasi yang kaya dan berlapis.
5. Ridwan Malik (Garut, Jawa Barat)
Ridwan menempuh studi di Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga dan kini aktif sebagai editor di media online Hanya Wacana. Ia juga mendirikan penerbit independen bernama Maliré. Novel perdananya, Ajengan Anjing, menandai jejak kuatnya di ranah sastra kontemporer Indonesia.
6. Rie Arshaka (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
Penulis produktif asal Banjarmasin ini juga dikenal sebagai pendiri RL-5000 Charity Group. Karya-karyanya masuk dalam berbagai antologi prestisius, termasuk 15 Cerita Pendek Terbaik ASKS 2023 dan 14 Cerita Pendek Terbaik Piala H.B. Jassin 2024.
7. Robbyan Abel Ramdhon (Mataram, Nusa Tenggara Barat)
Robbyan memulai perjalanan menulis sejak masa SMA lewat komunitas teater dan sastra di Mataram. Karya-karyanya kerap merefleksikan kearifan lokal dan pergulatan identitas, lahir dari keterlibatannya di Sanggar Budaya Pelangi dan Komunitas Akarpohon.
Artikel Terkait
Panduan Memilih Speaker Bluetooth Harga Rp1 Jutaan Tahun 2025 Buat Kaum Mendang-Mending
8 Masalah Pairing Bluetooth dan Langkah-Langkah Pemecahan Masalahnya Yang Wajib Kamu Tahu
Adolescence, Menguak Sisi Gelap Efek Media Sosial pada Praremaja dalam Teknik One Continuous Shot
Usai Tren Kartun Studio Ghibli, Sekarang Action Figure di ChatGPT, Ini Prompt yang Bisa Kamu Pakai !
Mau Menjadikan Fotomu Seperti Action Figure Dengan ChatGPT? Berikut Langkah-langkahnya!
11 Film Indonesia yang Akan Dirilis April 2025, dari Pinjam 100 The Movie hingga Perang Kota
Tren Rambut "Mul Gyul Waves" dari Korea yang Lagi Hits Banget, Bikin Tampilan Elegan Tapi Tetap Natural
Rumah Produksi Brad Pitt Dikabarkan Mulai Bahas Musim Kedua Adolescence dengan Sang Sutradara
'Joy of Missing Out,' Biar Liburan Tenang Tanpa Gangguan Pekerjaan dan si Bos!
Pro dan Kontra Penggunaan Gimbal HP, Pastikan Kamu Paham sebelum Memutuskan Membeli!