Salah Terapkan Metode Akting, Giulio Parengkuan Akui Psikisnya Sempat Terganggu

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 9 Maret 2023 | 20:47 WIB
Giulio Parengkuan mengaku sempat mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya saat syuting Pertaruhan The Series. (Instagram @giulioparengkuan)
Giulio Parengkuan mengaku sempat mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya saat syuting Pertaruhan The Series. (Instagram @giulioparengkuan)

PejuangKantoran.com - Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan kesehatan mental. Ketika sudah merasa terganggu pun, mereka enggan mencari bantuan dan berharap gangguan itu bisa menghilang dengan sendirinya.

Ini pula lah yang menjadi salah satu alasan mengapa Giulio Parengkuan mau terlibat dalam film Aku Tahu Kapan Kamu Mati 2: Suicide Village. Yaitu, karena pesan kesehatan mental yang ingin diangkat dalam film ini.

Baginya, sakit mental sama pentingnya dengan sakit fisik. Sama-sama harus diobati atau ditangani secara tuntas hingga benar-benar sembuh.

Baca Juga: Niatnya Mendalami Karakter, Acha Septriasa Malah Didiagnosa Punya Problem Kesehatan Mental

Menurutnya, berkonsultasi dengan psikolog harus sudah mulai diedukasikan kepada banyak orang sebagai suatu hal yang wajar. Setiap orang punya kebutuhan dan permasalahannya masing-masing, sehingga cara penanganannya tidak bisa disamaratakan.

“Toh, kalau seseorang bertemu dengan psikolog itu bukan berarti dia sinting, kan? Enggak! Whatever works buat penyembuhan masing-masing individu seharusnya jangan dipermasalahkan,” terang aktor kelahiran Jakarta, 20 Juli 1999, ini.

Giulio mengakui pernah mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya. Pada saat syuting Pertaruhan The Series selama tiga bulan, ia merasa telah menjalankan metode akting yang salah sehingga mentalnya pun terganggu.

Baca Juga: Terbersit Keinginan untuk Berhenti Berkarya, Rossa Mau Kerja Kantoran Saja!

“Waktu aku masuk ke dalam peran, efeknya sampai tiga bulan, psikis aku terganggu. Gangguan mulai intens terjadi di bulan pertama dan dua bulan selanjutnya sudah benar-benar mengganggu,” katanya.

Putra pasangan Erwin Parengkuan dan Jana Gunawan ini ingin menyelesaikan sendiri masalahnya, karena metode akting yang dia jalankan ternyata tidak berdampak baik untuk kewarasan jangka panjang.

“Aku masih muda, sehingga aku mencoba mengeksplor metode akting lainnya. Ya, trial and error. Tapi aku jadi tahu formula mana yang cocok dengan aku,” ujar Giulio.

Ketika sadar bahwa mentalnya terganggu, Giulio langsung berkonsultasi dengan sang ayah untuk meminta masukan dan bimbingan.

“Aku bandel, nggak ke psikolog. Sebenarnya, di momen itu hampir tipis keinginan untuk mencari bantuan. Tapi, aku cerita sama ayahku dulu, dan dia langsung membantu mengarahkan aku.

Baca Juga: Natasha Wilona: “Kalau Awalnya Happy, Akhirnya Pasti Sedih!”

“Pada saat seperti itu, sebaiknya memang lihat di sekitar kita, siapa yang bisa membantu dan mendengarkan. Kalau tidak memiliki orang-orang seperti itu (yang bisa membantu), ya bisa mencoba professional help,” serunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X