Acha Septriasa Anggap Kesempurnaan dalam Media Sosial Bikin Orang Sulit Merasa Cukup

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 12 Maret 2023 | 09:30 WIB
Acha Septriasa bilang, kesempurnaan yang ditampilkan dalam media sosial membuat orang tak pernah merasa cukup. (Instagram @septriasaacha)
Acha Septriasa bilang, kesempurnaan yang ditampilkan dalam media sosial membuat orang tak pernah merasa cukup. (Instagram @septriasaacha)

PejuangKantoran.comAcha Septriasa menilai kesehatan mental yang baik sangat penting untuk menjalankan beragam peran dalam kehidupan sehari-harinya. Entah itu sebagai istri, ibu, kawan, atau rekan kerja seprofesi.

Sayangnya, di era media sosial seperti sekarang ia merasa orang sulit untuk bisa merasa cukup dengan dirinya sendiri. Tekanan mental biasanya dipicu dari kebiasaan orang memantengi media sosial, di mana konten yang digulirkan kebanyakan memamerkan kesempurnaan.

Baca Juga: Niatnya Mendalami Karakter, Acha Septriasa Malah Didiagnosa Punya Problem Kesehatan Mental

Menurut Acha, kesempurnaan yang ditampilkan di media sosial merupakan standar yang terlalu tinggi. Akibatnya, banyak orang yang menutupi kegagalan dan ketidaksempurnaannya karena standar tersebut.

“Kita lebih sibuk men-scrolling kehidupan orang, kehidupan yang tidak kita alami. Join the party yang kita nggak ikutan party-nya.

“Kita kenal orang atau teman yang kita tahu kehidupan di dalam rumahnya tapi kita tidak kenal langsung dengan orangnya. Jadi, nggak ada emotional attachment!” terang lulusan Limkokwing University of Creative Technology, Cyberjaya, Malaysia, ini

Ditambah lagi, perempuan biasanya digambarkan punya banyak peran dalam kehidupan mereka sehingga tuntutannya pun semakin banyak. Contohnya, harus profesional dalam pekerjaan atau jadi panutan untuk anak.

Tuntutan lain di luar tekanan media sosial ini jelas menjadi desakan lain yang dapat mengganggu kesehatan mental. Itu sebabnya penting buat Acha terus belajar mengenali dirinya sendiri.

Baca Juga: Syuting di Jakarta, Acha Septriasa Kirim Orangtua ke Australia untuk Membantu Mengasuh Putrinya

“Kalau merasa ada sesuatu yang berbeda dari kemarin, itu berarti kamu bertumbuh. Jangan kalau merasa ada apa-apa di dalam diri sendiri, kita merasa aneh.

“Padahal, sebenarnya itu kan bukan masalah. Sebagai manusia biasa, kita perlu belajar, perlu memaafkan, dan perlu ada penyelesaian dalam masalah kita yang belum terpecahkan.

“Kita belajar bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Harusnya sih seperti itu, ya,” ujar Acha, yang sedang berada di Jakarta untuk syuting film Aku Tahu Kapan Kamu Mati 2: Suicide Village.

Aktris kelahiran Jakarta, 1 September 1989, ini berpendapat, orang yang bisa menyadari perubahan dalam diri mereka justru orang-orang yang sebenarnya kuat dalam fisik, emosional dan mentalnya.

Jika terkena masalah, biasanya mereka hanya butuh tempat untuk menyalurkan kecemasannya melalui keluarga, sahabat, atau mungkin psikolog untuk membantu mengarahkan.

Baca Juga: Salah Terapkan Metode Akting, Giulio Parengkuan Akui Psikisnya Sempat Terganggu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X