Ngaku Penakut, Mutiara Sofya Malah Jadi Hantu di Film Horor Teman Tidur

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 7 April 2023 | 09:48 WIB
Mutiara Sofya tertarik bermain di film horor Teman Tidur, padahal tidak suka nonton film horor. (Instagram @hadzamutiarasofya)
Mutiara Sofya tertarik bermain di film horor Teman Tidur, padahal tidak suka nonton film horor. (Instagram @hadzamutiarasofya)

PejuangKantoran.com - Sebagai pendatang baru di dunia film, Mutiara Sofya mengaku senang ketika dipercaya untuk memerankan karakter yang menantang. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosi.

Itulah penyebab utama kenapa Mutiara Sofya menerima tawaran berakting sebagai Kelly di film horor Teman Tidur. Di film itu, ia harus mendalami karakter yang mengalami perundungan (bullying) oleh teman-teman di sekolahnya.

Baca Juga: Alami Perundungan, Kalina Ocktaranny Dilarang Baca Komentar di Akun Media Sosialnya

Selain itu, pemilik nama lengkap Hadza Mutiara Sofya ini juga harus mengubah total penampilan fisiknya, di mana ia harus rela duduk di bangku makeup untuk menjalani make over setiap hari.

Berperan sebagai hantu Kelly, rambut Lala -sapaan akrabnya- harus disasak tinggi, menggunakan kontak lensa tebal, serta makeup wajah yang menyeramkan.

“Setiap masuk lokasi syuting, aku harus duduk selama tiga jam untuk di-makeup detail. Wajah dan badan aku dicat, rambut menjadi megar karena disasak, dan soft lense-nya itu besar sekali,” ujar Lala.

Begitu kontak lensa itu dimasukkan ke dalam mata, praktis Lala tidak bisa melihat apa-apa. Untuk mulai berakting, ia dibawa ke set seperti orang buta.

Kemudian ia dituntun dan diarahkan untuk menghadap kamera yang letaknya sudah ditetapkan.

“Akting tanpa bisa melihat itu benar-benar menantang,” ujar gadis kelahiran Lhokseumawe, Aceh, 21 tahun lalu itu.

Alasan lain kenapa Lala mau berakting di film ini karena ia bekerjasama lagi dengan Ray Nayoan, sutradara yang sebelumnya menggarap film Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara dengan lawan main Putri Marino dan Wafda Saifan.

Baca Juga: Ibnu Jamil Bangga Bisa Perbaiki Personal Best-nya di Tokyo Marathon

“Kebetulan dengan produser dan sutradaranya, Bung Ray, aku sudah pernah kerjasama sebelumnya.

"Aku penasaran bisa nggak ya, bekerjasama dengan orang yang sama tapi di genre yang berbeda. Kalau di film sebelumnya kan, genre-nya drama.

“Aku tertarik dengan skenario Teman Tidur yang ber-genre horor dan psycho thriller. Aku ingin menantang diri aku berperan sebagai Kelly yang punya beberapa kepribadian,” terang Lala.

Ia juga penasaran mencoba berakting di film horor karena ia sendiri pada dasarnya tidak begitu suka menonton film horor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X