PejuangKantoran.com - Bagi Ibnu Jamil, olahraga lari bukan hanya untuk kesehatan tubuh saja. Sehat malah ia anggap sebagai bonus, begitu juga punya badan bagus.
Tujuannya berolahraga tidak pernah demi mendapatkan perut six-pack atau untuk menurunkan berat badan. Lari baginya adalah investasi hidup di hari tua agar tidak merepotkan anak cucu.
Ia menganggap lari sebagai ajang playground, tempat bermain dan berolahraga yang bisa menghilangkan hormon stres.
Baca Juga: Nggak Nyangka, Ternyata Ini yang Bikin Ibnu Jamil Jatuh Cinta dengan Olahraga Lari
“Saya senang lari karena bisa berkeringat, dan sehabis lari pikiran langsung cerah dan badan terasa enteng. Pinginnya sih, bisa lari sampai saya umur 70 bahkan 80 tahun!
“Ini investasi hidup di masa tua tanpa merepotkan anak cucu. Saya bisa keliling ke negara-negara lain, dan tetap mengejar kompetisi lari tanpa menyusahkan orang,” seru Ibnu, yang menjadi presenter Siaran Langsung Piala Dunia 2022 lalu.
Soal mengejar kompetisi lari di berbagai negara memang sudah menjadi kebiasaan Ibnu sejak lama, tepatnya sejak tahun 2014 di Singapura.
Semenjak itu, ia menjajal lomba marathon di berbagai negara seperti Berlin, Seoul, dan, yang paling terbaru Tokyo Marathon. Di Tokyo Marathon, Ibnu mengaku kagum melihat para peserta yang rata-rata berusia 40 tahun ke atas.
“Di Tokyo Marathon, saya lihat lari jadi olahraganya orang tua. Tapi saya senang karena berhasil mencatat PB (personal best) terbaru.
“Di tahun 2017, rekor saya saat lari di Seoul 4 jam 59 menit. Kemarin di Tokyo, saya memperbaiki rekor saya sendiri dengan 4 Jam 55 menit. Setelah 6 tahun, akhirnya saya bisa memperbaiki rekor saya,” ujarnya dengan nada bangga.
Baca Juga: Ibnu Jamil: Event Lari Bikin Kita Punya Banyak Teman
Tidak mudah perjalanan ayah tiga anak ini untuk mencetak rekor terbaik dirinya. Selama pandemi, ia sempat jarang berolahraga sehingga badannya menjadi sulit untuk bergerak, dan harus berlatih dari awal lagi dengan perlahan-lahan.
Sebelum berangkat ke Tokyo, ia harus berlatih lari di bawah bimbingan pelatih dan tim selama empat bulan.
“Olahraga lari itu olahraga yang terukur. Kalau elo nggak latihan, mustahil bisa dapat waktu yang bagus!” tukas Aktor Utama Terbaik untuk film Affliction dari Festival Film Wartawan Indonesia 2021 ini.
Itu sebabnya Ibnu sengaja datang ke Tokyo 12 hari lebih awal agar bisa menyesuaikan dengan udara musim dingin di Tokyo.
Artikel Terkait
Keanu Reeves Pernah Diminta Mengubah Namanya Karena Dianggap Terlalu Etnik
KPK Gelar Tas Mewah Milik Istri Rafael Alun Trisambodo sebagai Barang Bukti Dugaan Gratifikasi
Punya Pengalaman Menangani Chatbot? Tersedia Lowongan Kerja Senior Chatbot Improvement di Shopee
3 Keuntungan Utama Membeli Asuransi Kesehatan Sejak Dini untuk Jangka Panjang
Siap-siap Cek Rekening, THR PNS Cair Hari Ini!
Resep Arem-arem Sorgum, yang Sehat dan Unik untuk Menu Buka Puasa