PejuangKantoran.com - Berakting di film horor bukanlah hal asing bagi Jourdy Pranata. Film Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji merupakan film horor keduanya.
Namun, baru kali ini aktor yang juga sahabat Prilly Latuconsina ini mengaku merasa ngeri berakting di film horor.
Ketika sedang latihan salah satu adegan, ia tak kuasa menahan tangisnya ketika karakternya sebagai Rama terjebak di rumah Mbak Rum (Mian Tiara) dan diikat dalam bentuk pocong.
Baca Juga: Sederet Alasan yang Bikin Jourdy Pranata Mengidolakan Reza Rahadian
"Waktu dipocongin itu, gue takut sama ide mati dipocong. Dulu diajarkan kalau kita meninggal, mati di dalam kubur cuma memakai baju itu (kain kafan), dihimpit tanah sempit, sesak.
"Konsep itu terlintas dalam pikiran. Jadi, baru dikafanin begitu saja, gue merasakan sekali keseramannya! Gue baru sadar, memakai kain kafan, dipocongin seperti itu tidak mudah.
"Kirain cuma pura-pura diikat dan tinggal tidur saja. Ternyata, tidak semudah itu!" terang sulung dari tiga bersaudara ini.
Ditambah lagi dalam adegan itu Rama dikisahkan masih dalam pengaruh ilmu hitam mbak Rum, sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa saat menjalankan prosesi pocong itu.
"Mixed feeling! Jadi, pas syuting beneran takut dan akhirnya menangis!" katanya lagi.
Karakter Rama, menurutnya, punya banyak persamaan dengan pribadinya. Salah satunya adalah kepedulian terhadap teman-temannya.
"Ada irisan gue-nya. Jourdy kan orangnya selalu ingin membantu. Ada jiwa heroik, walau sebenarnya diri gue juga ingin dibantu.
Baca Juga: Jourdy Pranata Sempat Ditolak Main Film Karena Pengikut Media Sosialnya Cuma Sedikit
"Rama juga seperti itu. Dia tidak tega ada teman perempuan yang baru ditinggal meninggal ibunya, bercerita banyak kejanggalan di tempat kerjanya dan mencoba menolong," jelas lulusan Universitas Telkom, Bandung, ini.
Hal ini lah yang disebut Jourdy relate dengan dirinya sehari-hari. Tidak hanya peduli ke satu orang, ia akan mencoba menolong jika ada temannya yang mengalami kesulitan. Kalau ada teman dari media sosial yang minta tolong, sebisa mungkin ia akan meresponsnya.
Selain itu, tokoh Rama digambarkan sebagai pekerja keras, dan Jourdy merasa karakter itu juga merupakan etos kerjanya.
"Rama itu selalu bekerja keras, selalu mengambil shift malam. Sama juga dengan Jourdy. Emang (buat saya) kerja itu hobi. Tidak terlalu banyak perbedaan sebetulnya," kilahnya.
Artikel Terkait
Ngaku Penakut, Aktor Malaysia Ini Tadinya Ogah Main Film Horor Sebelum Muncul di Kajiman
Fakta-fakta Emas Sea Games Indonesia yang Viral di Tik-Tok
Tips Menjaga Tubuh Fit dan Produktif di Era Pasca Pandemi ala Yoris Sebastian
Atlet Basket Putri Indonesia Raih Emas di SEA Games 2023, Dyah Lestari Jadi Pencetak Skor Terbanyak!
Rangkaian PPDB 2023/2024 Sudah Dimulai Hari Ini, Catat Tanggal Pentingnya!
Rayakan Waisak, 32 Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur, Indonesia