PejuangKantoran.com - Kalau anak memilih bekerja di bidang yang sama dengan orangtuanya, hal itu tentu sesuatu yang wajar. Itu sebabnya Daffa Wardhana selalu mendapat dukungan dari ibundanya, Marini Zumarnis, mantan pesinetron di era ’90-an hingga 2000-an.
Saat gala premiere film pertama Daffa Wardhana sebagai pemeran utama, Bukannya Aku Tidak Mau Nikah, sang ibu turut hadir untuk memberi dukungan.
Meskipun ibu dan anak ini punya hubungan yang sangat dekat, Marini tidak mau memaksakan keinginan pribadinya kepada Daffa Wardhana.
Baca Juga: Aktivis Tuli Surya Sahetapy Rampungkan Pendidikan S2 dari Rochester Institute of Technology
“Daffa kan sekolahnya accounting finance, tapi darahnya lebih ke seni. Jadi, aku sebagai seorang ibu, apapun yang dia suka, talenta yang dia punya, kita support dan tetap kita pantau.
“Yang paling penting adalah diskusi di antara orangtua dan anak. Karena beda ya, zaman dulu dan zaman sekarang. Zaman sekarang jenis pekerjaan itu kan luas banget, dan anak tidak bisa dipaksa,” terang perempuan berusia 47 tahun ini.
Sebagai orang yang sudah lebih dulu terjun di industri perfilman, dukungan yang diberikan ibunda Daffa adalah dengan memberi Daffa kesempatan untuk merintis kariernya sendiri. Anak muda kelahiran 28 November 1998 itu dibiarkan menikmati semua prosesnya.
“Semua casting Daffa jalankan sendiri. Walau aku punya banyak teman produser, aku tidak pernah bawa anak untuk ikut ke situ (produksi yang sama). Aku biarkan karena dia harus menjalani dan menikmati masa proses itu,” ujar Marini.
Baca Juga: Merasa Tak Dihargai, Atlet Renang I Gede Siman Sudartawa Tinggalkan Arak-arakan Timnas Indonesia
Aktris yang membintangi puluhan sinetron populer ini lebih banyak berdiskusi bersama Daffa berdasarkan pengalamannya sebagai pekerja seni. Daffa disarankan untuk ikut kelas akting demi mengasah kemampuan aktingnya.
Marini juga mendorong sang anak untuk selalu menyeleksi skenario atau tawaran akting yang masuk.
“Aku terapkan pengalaman pribadi kepada Daffa, bahwa tidak semua skenario perlu diterima. Bagaimana pun aku harus mendapatkan feel terlebih dahulu. Jadi, setiap kali mendapat tawaran peran harus dilihat, diresapi, apa cocok dengan karakter kamu,” ujarnya.
Karena sering berdiskusi inilah, Marini pun bisa memantau perjalanan karier putra semata wayangnya itu. Setiap kali mendapat tawaran akting, Daffa pasti berdiskusi dulu dengan kedua orangtuanya.
“Pernah suatu kali Daffa akhirnya diterima dalam produksi film yang ia incar sejak lama. Waktu dia teriak, aku kaget. Kenapa teriak? Ternyata, dia diterima casting judul yang dia inginkan. Jadi, itulah serunya!”
Baca Juga: Dijuluki Aktor Spesialis Mati, Jourdy Pranata Tidak Mau Ambil Pusing
Artikel Terkait
Aktivis Tuli Surya Sahetapy Rampungkan Pendidikan S2 dari Rochester Institute of Technology
Jokowi Tunjuk Mahfud MD sebagai Plt Menkominfo, Gantikan Johnny G Plate yang Jadi Tersangka Korupsi
Ingin Fokus Mencapai Tujuan yang Diinginkan? Buat Rencana Jangka Panjang!
Mahfud MD Sebut 985 Tower BTS 4G Kominfo Mangkrak: “Hanya Barang-Barang Mati”
Kejutan! Enzy Storia Resmi Menikah dengan Maulana Kasetra, Warganet Kena Prank!
Multitasking Tak Bikin Kamu Jadi Produktif. Lakukan Saja Ini untuk Meningkatkan Produktivitas