Ajil Ditto Lebih Cepat Belajar Bahasa Padang Lewat Skenario Onde Mande Ketimbang Diajari Keluarga

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 21 Mei 2023 | 07:04 WIB
Keluarga berasal dari Minang, tapi Ajil Ditto mengaku lebih mudah belajar bahasa Minang dari skenario film Onde Mande. (Instagram @ajil_ditto08)
Keluarga berasal dari Minang, tapi Ajil Ditto mengaku lebih mudah belajar bahasa Minang dari skenario film Onde Mande. (Instagram @ajil_ditto08)

PejuangKantoran.com - Dalam film Buya Hamka, Ajil Ditto berperan sebagai Fahri Hamka yang berasal dari Minang. Kini, Ajil kembali berperan sebagai orang Minang dalam film Onde Mande. Hal yang disebutnya bukan sengaja diambil karena ia sendiri berdarah Minang. 

“Rezekinya lagi dapat di situ ya, mungkin. Aku sama sekali tidak mematok atau mengincar peran-peran yang aku mainkan identik dengan satu suku atau daerah tertentu.

Baca Juga: Ibundanya Mantan Pemain Sinetron, Daffa Wardhana Diminta Merintis Kariernya Sendiri

"Sebelum dua film ini, aku juga pernah berperan sebagai orang Padang di series Negeri 5 Menara," tukas Ajil Ditto, usai konferensi pers Onde Mande di Restoran Padang Merdeka, Cipete, Jakarta Selatan, Senin (15/5/2023) lalu.

Yang pasti, orangtua dan keluarga besarnya langsung menyambut antusias ketika ia menerima peran yang digambarkan berasal dari daerah asalnya sendiri.

“Keluarga senang karena kita kan memang orang Padang. Apalagi, selama di lokasi syuting film ini, aku full komunikasi menggunakan bahasa Padang dengan bang Habi (Shahabi Sakri) dan Om Yos (Jose Rizal Manua).

"Ketika keluarga tahu aku akan main film Padang lagi, mereka langsung komentar, ‘Ya, bagus. Ajil mending belajar bahasa Padang lewat film. Kalau diajarin langsung via keluarga, malah gak mudeng!” ungkapnya, tergelak.

Aktor bernama lengkap Muhammad Fazzill Alditto ini juga merasa lebih mudah memfasihkan bahasa asal kampung halamannya dengan membaca skenario film.

"Lebih nyaman dan cepat karena kan baca skenarionya sudah dalam bahasa Padang. Tinggal diaplikasikan ke dialek yang sudah sering kita dengar. Nanti, paling tinggal ditambahkan dari kantong ilmu yang dikasih dari keluarga besar!" terang aktor 21 tahun ini.

Baca Juga: Aktivis Tuli Surya Sahetapy Rampungkan Pendidikan S2 dari Rochester Institute of Technology

Menurut Ajil, dialek tiap-tiap daerah di Padang berbeda-beda. Tantangannya justru datang dari perbedaan tersebut. Sebab dialek Padang yang digunakan dalam film ini sangat berbeda dengan dialek yang biasa digunakan keluarganya, yang berasal dari Pariaman. 

Pria kelahiran Medan, 8 November 2001 ini, tidak menganggap dirinya sangat paham tentang budaya Minang. Dia hanya tahu dari mana silsilah keluarganya, di mana dialeknya berbeda per daerah. Misalnya, dialek Pariaman berbeda dengan dialek Solok.

"Yang bikin aku deg-degan ya, perbedaan dialek itu. Yang aku tahu kan dialek Padang Pariaman, asal keluargaku, kalau berbicara dengan cepat dan nada tinggi.

"Sementara tiba-tiba aku dapat peran yang kayak gini, jadi challenge baru. Gimana cara berakting meyakinkan kalau aku ini orang Padang Maninjau yang gaya berbicaranya lebih lembut dan gak keras," ujarnya.

Selain jadi fasih berbahasa, syuting dua minggu di pinggir Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi satu pengalaman syuting paling menyenangkan buatnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X