PejuangKantoran.com - Hati Suhita, film yang diangkat dari novel Islami karya Khilma Anis (2019), berkisah tentang budaya perjodohan di pesantren.
Dalam Hati Suhita, Nadya Arina berperan sebagai Alina Suhita, istri Gus Birru (diperankan Omar Daniel). Namun Gus Birru, yang diharapkan menjadi penerus Pesantren Al-Anwar milik keluarganya, ternyata mencintai perempuan lain, Rengganis (Anggika Bolsterli).
Banyak hal baru yang didapat Nadya Arina dari Hati Suhita, yang disutradarai Archie Hekagery itu. Pertama-tama, ini film pertama di mana Nadya harus mengenakan hijab.
Baca Juga: Dalam Hati Suhita, Omar Daniel Gambarkan Sulitnya Bawakan Karakter Gus Birru yang Rapuh
Kedua, gadis kelahiran Bandar Lampung, 15 Oktober 1997 ini juga baru tahu bahwa sosok Gus dan Ning dalam kehidupan nyata ternyata begitu dihormati di dalam lingkup pesantren.
“Karena background aku bukan dari pesantren, aku tidak tahu jika ada sosok Ning dan Gus yang sangat dihormati,” ujar Nadya Arina, saat gala premiere Hati Suhita di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Selasa (16/5/2023) lalu.
“Ternyata di pesantren itu, saat bertemu dengan Ning atau Gus, semua benar-benar hormat sampai nunduk. Setelah mereka berlalu, baru kita selesai menundukkan kepala,” tambahnya.
Ketiga, tentang budaya Jawa di mana segala keburukan tentang keluarga harus disimpan rapat-rapat, dan keluarga hanya menunjukkan hal yang baik-baik saja.
“Dari film ini, aku sangat belajar menjadi perempuan Jawa yang menjunjung etika atau budaya mikul dhuwur, mendem jero. Apa pun itu, kebaikannya kita perlihatkan dan junjung tinggi.
Baca Juga: Ribetnya Ketika Desy Ratnasari Harus Berbicara dengan Logat Jawa Timuran di Film Hati Suhita
"Sedangkan aib keluarga termasuk aib suami kita pendam, jangan sampai ada orang luar yang tahu,” papar mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jayabaya ini.
Menurut Nadya, karakter Alina Suhita ini juga memiliki ilmu agama yang kuat. Hasilnya, setiap ada masalah ia tidak pernah bercerita kepada siapa-siapa dan hanya berserah pada Tuhan. “Satu sikap yang luar biasa,” celetuknya.
Dari berbagai hal baru tersebut, ada satu hal yang menurutnya sangat sulit dipelajari, yaitu mengucapkan dialog dengan dialek Jawa Timuran. Sebab, bahasa Jawa -apalagi Jawa Timuran- bukanlah bahasa ibunya.
“Bahasa Jawa itu bukan first language aku!” kilahnya.
Nadya juga sempat merasa terbebani dengan peran Suhita sendiri. Diangkat dari novel best-seller, Hati Suhita jelas sudah punya banyak penggemar.
Artikel Terkait
Hadir di Festival Film Cannes, Ini Circle Pertemanan Raline Shah Di Kalangan Artis Hollywood
Presiden Jokowi Meminta Mahfud MD Lanjutkan Proyek Pembangunan Tower BTS 4G
Gara-gara Ketemu dan Makan Bareng Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Dipanggil DPP PDIP
Kebiasaan untuk Meningkatkan Kebahagiaan, Menurut Neuroscience
Akhir Dekade Ini, BT Group PHK 55 Ribu Karyawan dan Menggantinya dengan AI
Keluarga David Ozora Lelah Kasusnya Tidak Jelas, Mario David Malah Diperiksa untuk Kasus Rafael Alun