Glenn Marsalim, Owner Brand Mangkok Ayam "MGKYM" yang Terinpirasi dari Warung Depan Rumahnya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 3 Juni 2023 | 21:53 WIB
Glenn Marsalim berniat menjadikan brand MGKYM sebagai persiapan pensiunnya. (Instagram @glennmars)
Glenn Marsalim berniat menjadikan brand MGKYM sebagai persiapan pensiunnya. (Instagram @glennmars)

PejuangKantoran.com - Siapa yang tidak mengenal gambar ayam jago yang biasanya ditemukan di mangkok bakso? Gambar ayam jago ini sekarang sering digunakan juga sebagai motif fashion seperti tote bag, topi, kaos, pashmina, tumbler, sampai sarung bantal.

Adalah Glenn Marsalim, pencetus ide sekaligus pemilik fashion brand MGKYM. Nama label unik tersebut ternyata diambil dari kumpulan konsonan kata "mangkok ayam".

Baca Juga: Perjalanan Hadi Ismanto Berdarah-Darah Membangun Manual Jakarta, Media Panduan Anak Jakarta

Pada awal membangun label MGKYM, Glenn Marsalim memulai dengan langkah kecil. Hanya dengan meluncurkan satu macam produk, tote bag, dengan desain gambar khas ayam jago warna merah hitam.

"Waktu mulai, aku bertanya pada diri aku sendiri. Mau bisnis yang gigantic, yang tinggal throwing money dan menghadapi segala resikonya atau yang kecil tetapi sustainable?

"Buat aku, small and sustainable business jauh lebih menguntungkan. MGKYM aku bikin untuk hari tua aku. Tujuannya setelah aku pensiun, setidaknya aku bangun tidur masih ada yang dikerjakan.

"Ini adalah retire plan dan karena itu I keep it small. But the question is how can I make it slay!" ungkap Glenn Marsalim, saat talkshow "Keep It Small and Slay - Entrepreneurship" di Nextgen Festival, Plaza Indonesia, Rabu (24/5/2023) lalu.

Alasan mengapa ia ingin bisnisnya dalam ruang lingkup yang dikelola tanpa banyak orang dan tidak langsung dengan dana besar, cukup unik. Rupanya, ia terinspirasi dengan warung yang ada di depan rumahnya.

Ia memperhatikan warung yang hanya dikelola satu atau dua orang justru bisa menjadi sangat fleksibel dalam menghadapi tantangan berbisnis. Ketika pandemi, ia mengambil contoh, warung di depan rumahnya itu masih bisa beroperasi. Padahal, mal tutup.

Baca Juga: Priyanka Chopra Bandingkan Dirinya dengan Shah Rukh Khan yang Ogah Pindah ke Hollywood

"Usaha kecil yang dikelola satu-dua orang lebih tahan banting!" serunya.

Dalam membangun bisnis, menurut Glenn, tidak melulu soal strong financial. Ia tidak memungkiri bahwa punya dukungan keuangan memang penting saat membuka usaha. Namun, ada pilar lain yang menurutnya tidak kalah penting, yaitu menciptakan ekosistem di dalam bisnis yang dibangun.  

"Ekosistem itu apa? Ketika kamu jualan barang, harus dipikirkan juga akan kamu sebar di mana produk dagangan itu? Apakah difokuskan hanya online doang atau mau jualan juga di offline?

"Jika hanya online, ketahui jika ada masanya penjualan online turun. Begitu juga, ketahui juga ada saatnya penjualan melalui offline itu naik. How are you going to play that? Perhatikan jika menjual offline, investasinya lebih besar seperti bayar karyawan atau listrik," ujarnya.

Mantan copywriter di advertising agency ini pun memberi contoh MGKYM yang awalnya hanya berjualan di Tokopedia. Yang menjadi concern-nya adalah bagaimana cara mengarahkan orang agar mengunjungi tokonya di Tokopedia.

Apalagi pada awalnya, ia mulai mempromosikan produknya juga hanya melalui Instagram. Sementara fitur swipe up yang bisa menyambungkan ke tokonya di Tokopedia belum terbuka karena follower-nya masih sedikit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X