PejuangKantoran.com - Bagi kamu yang sering mencari kegiatan pada akhir pekan, review kuliner, info produk-produk fashion, atau ingin mengenal tokoh-tokoh inspiratif, pasti mengenal Manual Jakarta.
Media gaya hidup yang berfokus di Jakarta ini didirikan oleh Hadi Ismanto, yang memang lekat dengan bidang media dan komunikasi.
Mengakui berasal dari keluarga dengan status ekonomi yang mapan, Hadi Ismanto tidak mau hanya berdiam diri di zona aman. Ia merasa latar belakangnya itu harus bisa membuat dirinya lebih berdayaguna dan memberi dampak.
Baca Juga: Priyanka Chopra Bandingkan Dirinya dengan Shah Rukh Khan yang Ogah Pindah ke Hollywood
Memiliki latar belakang keluarga yang ia anggap sebagai privilese, Hadi Ismanto justru sengaja mengubah mindset-nya terhadap apa yang ia lakukan dalam usaha atau pekerjaannya.
"Ketika saya tidak punya uang hari ini, saya masih bisa tinggal sama orang tua, misalnya. I have that privillege! Tapi, saya switch mindset ke bagian, 'Oke, gue tahu gue punya privilese.
“Jadi apa yang akan saya lakukan dengan privilese tersebut?" seru Hadi saat tampil sebagai pembicara di NextGen Festival yang berlangsung di Plaza Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Berbekal pengalaman bekerja di media di Melbourne dan Singapura, pada tahun 2014 Hadi merintis Manual Jakarta, media independen yang mengkurasi apa saja yang berkaitan dengan gaya hidup dan diperkirakan akan tren.
Sebagai bagian dari idealismenya, apa yang ia kurasi biasanya atas pilihannya sendiri. Apa pun yang ia kurasi, ia beli atau bayar dari kantong pribadi. Ia bahkan menolak undangan dari produk gaya hidup demi menjaga obyektivitas dan menghindari titipan sponsor.
Baca Juga: Kiat Sukses Bisnis Clinton Augusto dan Sally Varsy yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2023
"Saya memulai media, why-nya bukan untuk menjadi the next conglomerate. Ini mungkin ada kaitannya dengan background di mana saya punya privilese.
“Pada tahun 2013 - 2014, banyak sekali pihak yang membuat kafe dan restoran. Yang mereka invest bukan hanya uang tapi juga mental, dan mereka sudah mengerahkan kreativitas mereka, tapi tidak pernah mendapat panggung yang layak,” jelas lulusan University of Melbourne, Australia, itu.
Dari situlah Hadi muncul dengan idealismenya. Ia membangun kredibilitas, dengan menggunakan foto-foto yang berkualitas dan tulisan yang baik untuk Manual Jakarta. Menurutnya, kliennya berhak mendapatkan panggung melalui corong medianya.
Manual Jakarta pun menjadi media gaya hidup yang lain dari kebanyakan media gaya hidup yang beredar saat itu. Sebagai media independen, banyak ide program engagement yang sukses ia ciptakan seperti Manual Jakarta Coffee Week atau Manual Food Market.
Tidak bisa dipungkiri, Manual Jakarta hingga sekarang menjadi media panduan bagi anak gaul Jakarta, terutama anak Jaksel, mencari tempat-tempat baru yang hip dan menawarkan kreativitas baru.
Artikel Terkait
Ende, Kota Pengasingan Presiden Soekarno Sekaligus Tempat Ia Merenungkan Konsep Pancasila
Apa Itu Strawberry Full Moon yang Jatuh pada Sabtu 3 Juni, dan Dampaknya untuk Tiap Zodiak?
PT KAI Kembali Buka Rekrutmen Eksternal Gelombang II, Lulusan SLTA dan D3 Boleh Daftar
Dukung Perkembangan Seni dan Budaya Indonesia, Bakti Budaya Djarum Foundation Raih Rekor MURI
Betulkah Erick Thohir Jadi Alasan Tim Argentina Mau Datang dan Bertanding Melawan Indonesia?
Suka Nonton Video Mukbang? Hati-Hati, Tontonan Ini Bisa Memicu Gangguan Makan!