Terkuak, Tora Sudiro Tinggalkan Karier Impiannya Jadi Sound Engineer Gara-Gara Peristiwa Ini

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 11 Juni 2023 | 12:00 WIB
Tora Sudiro direkrut sebagai Dudi di film Star Syndrome karena latar belakang pendidikannya di jurusan Sound Engineering. (Instagram @t_orasudi_ro)
Tora Sudiro direkrut sebagai Dudi di film Star Syndrome karena latar belakang pendidikannya di jurusan Sound Engineering. (Instagram @t_orasudi_ro)

PejuangKantoran.com - Barangkali hanya sedikit yang tahu bahwa Tora Sudiro kuliah di Australia untuk mengambil jurusan Sound Engineer. Latar belakang pendidikannya inilah yang membuatnya direkrut Soleh Solihun untuk ikut bermain dalam film Star Syndrome.

“Saya pilih Tora Sudiro karena dia punya pengalaman langsung jadi sound engineer!” tukas Soleh Solihun, seusai gala premiere Star Syndrome di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, 2 Juni 2023.

Bukan kebetulan, Tora Sudiro dan Soleh Solihun sama-sama bergabung dalam klub motor The Prediksi, sehingga Soleh tahu persis apa kelebihan sahabatnya itu.

Baca Juga: Demi Ciptakan Chemistry, Anya Geraldine Nginep Bareng di Hotel dengan Lawan Mainnya di Spirit Doll

Tora mengakui Star Syndrome merupakan proyek film yang menyenangkan. Untuk pendalaman karakternya sebagai Dudi, ia mengambil inspirasi dari musisi Denny Chasmala.

“Karakter saya di situ bukan mengada-ngada, tapi karakter saya itu mengikuti Denny Chasmala sebetulnya. Dia tuh kalau lagi rekaman suka meliuk-liukkan tangannya, ciri khas sekali!” ujar Tora.

Walaupun dialog Dudi di film ini tidak banyak, Tora sangat bersyukur bisa menerima peran tersebut.

“Baru kali ini saya dapat skrip, sekali baca langsung hafal. Baru di film ini, dialognya minim! Tapi, beneran nih, terima kasih sama Mahakarya yang sudah percaya sama Soleh (untuk menjadi sutradara) karena kalau di The Prediksi, tidak ada yang percaya.

“Saya aja mikirnya, ‘Aduh, kenapa Soleh sih?’ Apa nggak ada yang lain?’ Tapi ternyata, Soleh bisa mengaplikasikan semua keinginan orang di sini,” puji mantan karyawan Ad Focus Advertising ini.

Baca Juga: Berkat Bahasa Prancis, Ajeng Kamaratih Bertemu Sang Suami dan Kepilih Jadi Host Miss Mega Bintang

Soleh, mantan wartawan yang juga stand up comedian, menyebutkan bahwa semua aktor yang terlibat memang dicari yang mempunyai kemampuan atau latar belakang yang setidaknya mirip dengan karakter dalam Star Syndrome.

Tetapi, lucunya, ketika diungkit soal latar belakangnya sebagai sound engineer ini, Tora malah menceritakan satu peristiwa yang membuatnya tidak mau menekuni profesi tersebut.

Ketika masih kuliah di Australia, ia berkesempatan untuk kembali lagi ke Jakarta. Ia berniat mengantarkan sahabatnya, Rako Prijanto (sutradara Para Betina Pengikut Iblis), untuk rekaman.

Saat itu rekaman berlangsung pukul 03.00 pagi. Namun Tora merasa excited, karena merasa bakal bertemu teknisi audio yang menjadi cita-citanya di masa depan (saat itu).

“Begitu masuk, sound engineer-nya tuh rambutnya gondrong dan kumisan, pakai jaket kulit sambil merokok dan batuk-batuk. Begitu terus sampai abis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X