PejuangKantoran.com - Kamis (8/6/2023) lalu, diselenggarakan ajang kontes kecantikan baru, Miss Mega Bintang Indonesia (MMBI) 2023. Ini kontes kecantikan pertama yang diselenggarakan oleh Yayasan Dunia Mega Bintang di bawah naungan Ivan Gunawan.
Saat grand final yang diadakan di Ciputra Artpreneur, Jakarta, salah satu yang menarik perhatian penonton adalah host acara tersebut, yaitu Ajeng Kamaratih.
Baca Juga: Tiba-Tiba Menikah, Ini Sosok Suami Adinia Wirasti yang Ternyata Sudah Lama Dipacarinya
Meski sudah malang melintang di dunia presenter berita, tetapi baru kali ini Ajeng dipilih menjadi host ajang kontes kecantikan. Banyak yang penasaran mengenai hal tersebut,
Di akun Instagram dan TikTok-nya, Ajeng mengunggah video yang menjelaskan hal tersebut.
“Ketemu di explore (Instagram), terus aku ngeliat kok ini perempuan, kok enak banget suaranya renyah, ngomongnya jago, bisa beberapa bahasa.
"Karena buat di Miss Mega Bintang ini aku pengennya kan yang fluent English-nya. Terus udah gitu tektokannya juga English, karena ini kan acara yang ditonton internasional,” jelas Igun, sapaan akrab Ivan Gunawan.
Ajeng Kamaratih bisa lima bahasa
Seperti yang disebutkan oleh Ivan, Ajeng memang fasih beberapa bahasa, yaitu Prancis, Jerman, Italia, Inggris, dan tentu saja Indonesia. Sejak September 2022, Ajeng secara konsisten membuat video yang memperlihatkan dirinya bicara dalam kelima bahasa tersebut.
Hal inilah yang membuat dirinya terkenal di media sosial, seperti Instagram dan TikTok. Dalam sekejap, predikat baru sebagai content creator pun melekat pada dirinya. Banyak pengikutnya mengaku jadi lebih mengerti Bahasa Prancis karena cara Ajeng membawakannya.
Tidak jarang pula, perempuan kelahiran 16 Agustus 1986 ini menjadi MC acara dengan beberapa bahasa. Bisa dibilang ini memang “nilai jual” Ajeng Kamaratih.
Sejak SMA, mantan presenter berita ini memang sudah menunjukkan minat yang tinggi pada bahasa. Di masa itu, ia sempat belajar bahasa Jerman selama setahun. Bahkan ia sampai pergi ke Jerman untuk belajar bahasa selama setahun, 20 jam seminggu.
Namun, karena biaya mempelajari bahasa Jerman terlalu mahal, ia kemudian beralih mempelajari bahasa Prancis.
"Kita harus berpegang pada komitmen setiap kali mempelajari pengetahuan baru. Saya bisa mempelajari bahasa-bahasa (asing) karena saya berkomitmen untuk mempelajarinya dengan serius," ujarnya.
Baca Juga: Ricky Afrianto, Global Director PT Mayora Group: Kita Nggak Bisa Bohongi Konsumen!
Artikel Terkait
3 Beasiswa Luar Negeri di Kazakhstan dan Malaysia Ini Belum Banyak Diketahui Pemburu Beasiswa
Ini Cara Mengatur Keuangan sebagai Freelancer dan Pekerja dengan Pendapatan Tidak Tetap
Jonathan Latumahina Bikin Twibbon di Twitter untuk Kawal Kasus David Ozora, Langsung Pada Ikutan!
ASEAN-IPR Buka 3 Lowongan Magang Juni Ini, Daftarnya Tinggal Kirim CV!
Ricky Afrianto, Global Director PT Mayora Group: "Kita Nggak Bisa Bohongi Konsumen!"
Tiba-Tiba Menikah, Ini Sosok Suami Adinia Wirasti yang Ternyata Sudah Lama Dipacarinya