Saat beranjak dewasa, James memiliki sifat ceria, positif, dan menyenangkan. Namun, ia juga atletis, lucu, tampan, dan populer sehingga sering diminta untuk memimpin orang lain, sejak dari sekolah menengah hingga hari ini sebagai profesor.
Baca Juga: Demi Ciptakan Chemistry, Anya Geraldine Nginep Bareng di Hotel dengan Lawan Mainnya di Spirit Doll
Ia memang melakukan banyak kenakalan saat remaja, seperti mengendarai mobil curian dan membobol beberapa lemari minuman keras, walaupun selalu mengembalikannya.
“Setiap kali kami dihentikan oleh polisi, kurangnya kecemasan saya membuat polisi selalu membiarkan saya pergi, bahkan ketika teman-teman saya diseret untuk diinterogasi,” ceritanya.
Namun, perilaku yang menurutnya sangat “psikopat” adalah saat dirinya membahayakan orang lain.
Hal itu terjadi pada 1990-an ketika dirinya tinggal di Afrika. James mengajak salah satu saudara laki-lakinya dari New York ke Gua Kitum di Gunung Elgon, di perbatasan Uganda dan Kenya.
Padahal, itu gunung dan gua yang ditinggalkan karena diperkirakan merupakan asal virus Marburg yang mematikan. Namun, ia tidak memberitahukan hal itu karena tahu saudaranya pasti tidak akan menuruti permintaannya.
Memiliki keturunan psikopat
Saat melakukan tes psikopat Hare, dari 20 ciri psikopati yang ada dalam daftar tersebut, James mendapat skor sangat tinggi dalam faktor 1 atau Narsisme Agresif. Ciri-cirinya adalah dirinya tak punya rasa takut.
Faktanya, penerima berbagai gelar kehormatan dan penghargaan ini merupakan keturunan Thomas Cornell, yang dihukum karena membunuh ibunya dan digantung pada 1667. Ia juga menyebut bahwa ada banyak pembunuhan yang terjadi di garis keluarga Cornell.
James juga baru mengetahui dari ibunya yang memberitahu rahasia ini setelah menyimpannya sendiri selama lebih dari 50 tahun.
Namun, James sebenarnya tidak sendirian. Berdasarkan data, Narsisme Agresif ini adalah salah satu ciri yang lazim ada pada CEO dan pemimpin dunia yang paling sukses.
Sebuah studi yang dilakukan pada presiden Amerika menunjukkan bahwa John F Kennedy, Franklin D. Roosevelt, dan Bill Clinton, memiliki skor tinggi pada sifat "psikopat". Namun, hal itu dianggap membuat mereka menjadi pemimpin terbaik.
Baca Juga: Berkat Bahasa Prancis, Ajeng Kamaratih Bertemu Sang Suami dan Kepilih Jadi Host Miss Mega Bintang
Bersikap lebih hati-hati
Artikel Terkait
Awas Monday Blues, Rasa Malas Kerja di Hari Senin dan Cara Mengatasinya!
Lebaran dan THR Udah Lewat, Jadi Apa yang Menahan Kamu Buat Resign?
Sabaaar.... Pendaftaran Chevening Scholarships Baru Akan Dibuka Agustus 2023
19 Bacaleg di Serang Dinyatakan Psikopat Usai Tes Kesehatan, Disebut karena Kurang Istirahat
Ternyata Rata-rata CEO Memiliki Ciri-Ciri Psikopat, Coba Tebak Apa Tanda-tandanya!
3 Alasan Mengapa Luna Maya Menamai Brand Kosmetiknya "Nama Beauty"