PejuangKantoran.com - Umay Shahab dan Prilly Latuconsina adalah dua sahabat yang kemudian menjadi partner bisnis dalam Sinemaku Pictures. Dalam perjalanannya, tak jarang Umay bertindak sebagai sutradara dan Prilly sebagai pemainnya.
Contohnya dalam film Ketika Berhenti Di Sini dan serial Cinta Dua Masa, di mana Umay Shahab mengarahkan akting Prilly Latuconsina. Kini, mereka bekerja sama lagi dalam serial I Don’t Love Him yang tayang di VIU pada 18 Oktober 2023.
Serial I Don’t Love Him mengangkat kisah perjuangan seorang penulis bernama Kayna (Prilly Latuconsina) dalam memperjuangkan cintanya pada sang bos, sekaligus membersihkan nama baiknya dari tuduhan sebagai plagiator.
Baca Juga: Boyband-nya Sempat Dihujat Warganet Habis-habisan, Morgan Oey: It's A Blessing in Disguise
Ketika dituduh sebagai plagiat, dunia Kayna pun serasa runtuh. Kontraknya sebagai penulis dibatalkan dan ia mendadak jadi pengangguran. Di saat yang sama, hubungan asmaranya putus.
Atas saran ibunya (Unique Priscilla) yang menyarankannya untuk bekerja kantoran, Kayna pun melamar ke perusahaan penerbitan yang didirikan oleh Bisma (Cinta Brian).
Bergabungnya Kayna di penerbitan milik Bisma ini tidak mudah karena ia memulai babak baru dalam hidup dengan konflik seputar jatuh cinta dengan atasannya, keseruan dinamika perkantoran, proses menguak kebenaran yang menyakitkan, serta bagaimana menjaga kesehatan mentalnya.
“Senang banget akhirnya series ini sudah bisa premiere, karena selain di depan layar, aku juga bekerja di belakang layar sebagai produser,” ungkap Prilly, saat konfersensi pers I Don't Love Him di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (11/10/2023).
Baca Juga: Walaupun Tahu Bakal Ribet, Syifa Hadju Tetap Ingin Menikah dengan Tata Cara Adat
“Dari awal sudah memikirkan karakternya, gemes-gemes sama cowoknya seperti apa di depan layar. Mengangkat kisah seorang penulis yang dituduh plagiat, sering kan kita mendengarnya?
“Di Indonesia, ada kasus-kasus seperti itu. Cerita ini terinspirasi dari kasus yang sudah ada,” tambah aktris yang baru saja masuk nominasi Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik dari Festival Film Indonesia 2023 untuk film Budi Pekerti ini.
Prilly lalu menjelaskan alasannya mengangkat cerita tentang karyawan yang jatuh cinta dengan teman sekantor ini.
Dalam kehidupan nyata, ia ternyata sering mendengarkan curhatan dari teman-temannya sendiri yang punya pengalaman naksir teman sekantor atau atasannya.
“Angle seperti itu sangat menarik ya, untuk diangkat menjadi sebuah cerita. Itulah kenapa akhirnya Sinemaku Pictures memproduksi series ini,” kata Prilly.
Baca Juga: Bikin Rokok Tingwe Jadi Tantangan Terberat Ario Bayu Saat Berakting di Gadis Kretek