"Menariknya, selesai syuting pernah tumbuh lagi. Tapi saat harus foto official poster, ya, dibotakin lagi!” ucapnya.
Totalitas Daffa untuk film Pemukiman Setan ini dilakukan sepenuh hati. Tidak hanya mencukur rambut, tetapi juga menambah tato dan berminggu-minggu latihan berbicara dalam bahasa Jawa dengan logat Malang.
Baca Juga: Di Balik Cedera Bahu atau Shoulder Pain, Ternyata Ada...
“Yang paling spesial di film ini, karakter aku berdialog dalam bahasa Jawa logat Malang. Nature-nya bahasa Jawa Malang tidak mudah diucapkan.
"Saat mengucapkan kata-kata kasar seperti j*nc*k, itu harus tepat penyampaiannya, tidak boleh kebanyakan juga, dan itu sangat dijaga oleh tim produksi.
"Karena kalau pengucapan bahasa tidak benar, sayang bisa membunuh filmnya,” terangnya. (Syanne Susita)