Pada praktiknya, Floriberta Apsari yang menempuh kelulusan di Sekolah Tinggi Desain InterStudi di Jakarta itu memadukan kesukaannya membuat kue dengan kepiawaiannya menghias kue.
"Teman yang membeli kue dari gue mendapatkan kue dengan rasa enak dan kuenya ada spesial touchy yang bisa mereka kirimkan ke orang lain yang kuenya enggak mereka dapatkan di toko-toko kue umum," ungkap Floriberta Apsari.
Special touchy atau sentuhan khas, kata Floriberta Apsari, ada pada bentuk dan tampilan kue atau cake, berikut tulisan dan pemilihan kata-kata ucapan, termasuk packaging alias pengemasan berikut hiasan.
Lantas, sepanjang 2007 hingga 2020, Floriberta Apsari menerima pesanan makanan termasuk cake dan kue sembari bekerja kantoran sebagai karyawan.
Pada 2020 pula, Loly menerima pesanan makanan dalam bentuk yang dikemas sebagai hampers, khususnya saat Lebaran atau Idul Fitri.
"Waktu itu, gue menerima pesanan dan mengerjakannya setiap Sabtu dan Minggu," ujar Loly.
Aneka pekerjaan sebagai karyawan, lanjut Loly, sudah dijalankannya.
Floriberta Apsari pernah menjadi karyawan bidang desain interior.
Pernah juga dirinya bekerja sebagai guru dan pendamping anak di lembaga sosial nirlaba, SOS Children's Villages Indonesia.
"Gue di SOS sejak 2001 sampai dengan 2020," kata Loly yang berzodiak Aries ini.
Di SOS Children's Villages Indonesia, pekerjaan kantoran yang pernah dilakoni dan ditekuni oleh Loly pun beragam hingga public relations dan media.
Di samping pekerjaan kantoran itu, Floriberta Apsari juga pernah bekerja sebagai pengajar di Program Kartu Prakerja milik pemerintah Republik Indonesia.
Lebih lanjut, Floriberta Apsari memang mengaku dirinya punya tenggat atau deadline yang tercapai yakni cukup 40 tahun menjadi karyawan.
Pada 2020, target 40 tahun menjadi karyawan sukses terpenuhi oleh Floriberta Apsari.
Perjalanan mulai dari persiapan menjadi pengusaha makanan yang sudah berjalan sejak Loly menjadi karyawan pun kini menjadi fokus yang lebih tegas.