sosok

7 Atlet Olimpiade yang Ternyata Juga Pekerja Kantoran, bahkan Punya Gelar Master!

Kamis, 8 Agustus 2024 | 22:25 WIB
Kat Holmes, atlet anggar AS yang juga mahasiswa kedokteran di Icahn School of Medicine di Mount Sinai. (Facebook/Kat Holmes)

"Tidak menyenangkan berlatih untuk Olimpiade saat berada di sekolah kedokteran. Secara objektif, itu bukan pengalaman yang menyenangkan," katanya. Ya, iyalaaah….

Jesse Grupper

Jesse Grupper memenangkan medali emas panjat tebing di nomor gabungan putra di Pan American Games 2023, yang membuatnya lolos ke Olimpiade Paris.

Baca Juga: Ada Usulan KemenpanRB agar PNS dapat Insentif Rp100 Juta Jika Mau Pindah IKN

Sementara itu, ia menjadi peneliti teknik di Harvard, yang mengkhususkan diri dalam rehabilitasi dan teknologi pendidikan robotik lunak.

Saat mengikuti rangkaian Piala Dunia, ia bekerja paruh waktu dari jarak jauh untuk Harvard Biodesign Lab.

"Panjat tebing dan teknik mesin jelas memiliki banyak kesamaan keterampilan umum," kata Grupper kepada Olympics.com.

“Dibutuhkan banyak kreativitas. Dibutuhkan banyak kerja keras, dan dibutuhkan banyak dedikasi."

Dani Jackovich

Lulusan teknik biomekanik dari Stanford University ini lahir di Chicago, AS, tetapi sekarang menetap di Cronulla, di selatan Sydney, dan merupakan pencetak skor yang produktif untuk Cronulla Sharks di Liga Polo Air Australia.

Baca Juga: Bukan Cuma Uang Tunai, Atlet Peraih Medali Olimpiade Juga Mendapat Beragam Hadiah Lain

Olimpiade Paris 2024 adalah olimpiade pertama yang diikuti atlet polo air berusia 29 tahun ini.

Sehari-hari, Dani bekerja sebagai operations coordinator untuk produsen pakaian renang Delfina Sport, dan analis data untuk perusahaan teknologi polo air 6-8 Sports.

Itulah atlet Olimpiade yang juga pekerja kantoran. Mengesankan, ya?

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB