Yang lain mengatakan hal itu tidak terlalu penting. Bagaimanapun, para CEO memiliki jadwal yang sama padatnya. Pendapat mengenai manfaatnya pun jadi beragam.
Cook bukan satu-satunya CEO yang menghabiskan setiap hari dengan cara yang sama.
Baca Juga: Pentingnya Melakukan Longlife Learning dalam Hidup, Bisa Meningkatkan Kepercayaan Diri
Brian Niccol, mantan CEO Chipotle dan CEO Starbucks saat ini, mengatakan bahwa ia sering bangun sekitar pukul 05.45 pagi, minum secangkir kopi dan kue, berolahraga sekitar pukul 07.00, minum shake atau telur dan sosis, lalu mengantar putrinya ke sekolah sebelum masuk kantor sekitar pukul 08.30 atau 09.00.
“Saya berupaya membangun banyak rutinitas dengan konsisten,” Jack Dorsey, CEO Block dan salah satu pendiri Twitter, saat menceritakan tentang rutinitasnya pada tahun 2015.
Ia mengawali aktivitasnya pukul 05.00 pagi dan berakhir pukul 23.00. Di sela-sela itu ia menyempatkan meditasi teratur, jadwal latihan yang ketat, dan berjalan kaki sekitar 8 km ke tempat kerja.
“Cara CEO mengalokasikan waktu dan kehadiran mereka—di mana mereka memilih untuk berpartisipasi secara pribadi—sangat penting, tidak hanya untuk efektivitas mereka sendiri tetapi juga untuk kinerja perusahaan mereka,” tulis Michael E. Porter dan Nitin Nohria di Harvard Business Review.
Mereka menambahkan bahwa CEO yang mereka pelajari bekerja rata-rata 9,7 jam per hari kerja. CEO sangat mengandalkan rutinitas karena memberikan struktur dan efisiensi, memungkinkan mereka untuk fokus pada prioritas tanpa gangguan, tambah Tovar.
Baca Juga: 5 Perubahan Dunia Kerja yang Diramalkan akan Populer di 2025, Kerja Freelance Makin Diminati!
Meskipun berpegang pada rutinitas bisa meningkatkan produktivitas, mengurangi stres, dan membantu pengambilan keputusan, tetapi juga bisa "membatasi spontanitas dan kemampuan beradaptasi, yang terkadang diperlukan untuk inovasi," katanya.
Rutinitas juga dapat menjadi bagian dari identitas merek, timpal Tovar.
“Bagi beberapa pemimpin, memproyeksikan disiplin memperkuat citra mereka tentang keandalan dan kendali, meskipun nilai sebenarnya bergantung pada seberapa baik rutinitas mendukung tujuan dan kesejahteraan mereka yang sebenarnya,” pungkasnya.