sosok

Liang Wenfeng, Pendiri dan CEO DeepSeek Pernah Tidak Dianggap Oleh Mitra Bisnisnya

Minggu, 9 Februari 2025 | 09:00 WIB
Liang Wenfeng, pendiri DeepSeek yang sempat tidak dianggap oleh mitra bisnisnya. (Scree shoot Youtube @EastMoneyMedia)

Tahun 2008, Wenfeng membentuk tim dengan teman-teman sekelasnya untuk mengumpulkan data terkait pasar keuangan. Tim ini mengeksplorasi perdagangan kuantitatif menggunakan machine learning dan teknologi lainnya, selama puncak krisis keuangan 2007–2008.

Pada tahun 2013, Wenfeng mencoba mengintegrasikan AI dengan perdagangan kuantitatif dan mendirikan Hangzhou Yakebi Investment Management Co Ltd. bersama Xu Jin, seorang alumni Universitas Zhejiang.

Tahun 2015, mereka mendirikan Hangzhou Huanfang Technology Co Ltd. yang sekarang menjadi Zhejiang Jiuzhang Asset Management Co Ltd.

 Baca Juga: Persaingan Ketat dalam Dunia Kecerdasan Buatan: DeepSeek Mengguncang Pasar dengan Inovasi Baru

Sempat tidak dianggap

Pada bulan Februari 2016, Wenfeng dan dua teman sekelasnya mendirikan Ningbo High-Flyer Quantitative Investment Management Partnership (Limited Partnership). Perusahaan ini mengandalkan matematika dan AI untuk melakukan investasi.

Pada Februari 2021, Liang Wenfeg pernah menulis kata pengantar untuk buku karya Gregory Zuckerman berjudul The Man Who Solved the Market: How Jim Simons Launched the Quant Revolution.

Dalam kata pegantar untuk edisi Bahasa Mandarin ini Wenfeng menyebutkan bahwa setiap kali ia menemui kesulitan di tempat kerja, ia akan teringat pada kata-kata Simons, "Pasti ada cara untuk memodelkan harga".

Selain menjalankan High-Flyer, Wenfeng juga menjalankan proyek sampingan AI. Makanya pada tahun 2023, ia memborong ribuan GPU Nvidia untuk itu.

Wenfeng dikenal sebagai miliarder yang eksentrik oleh beberapa orang dalam industri ini. Bahkan mereka melihat keseriusan Wenfeng dalam AI ini dianggap sebagai hobi barunya saja.

Malah salah satu mitra bisnis Wenfeng awalnya tidak memperhitungkan Wenfeng. Wenfeng dianggap sebagai seorang pria yang sangat kutu buku dengan gaya rambut yang buruk yang tidak dapat mengartikulasikan visinya.

Ide-ide Wenfeng yang mengatakan bahwa dia ingin membangun sesuatu yang akan menjadi game changer, tidak terlalu diperhitungkan oleh mereka. Mitra bisnisnya ini menganggap ide tersebut hanya  mungkin dilakukan oleh raksasa seperti ByteDance dan Alibaba Group.

Namun anggapan sebelah mata ini dijawab Wenfeng dengan mengumumkan pada Mei 2023 bahwa High-Flyer akan serius dalam pengembangan kecerdasan umum buatan dan meluncurkan DeepSeek.

Dalam sebuah wawancara dengan 36Kr, Wenfeng malah menyatakan bahwa High-Flyer telah mengakuisisi 10.000 GPU NVIDIA A100 sebelum pemerintah AS memberlakukan pembatasan chip AI di Tiongkok.

GPU NVIDIA ini menjadi fondasi yang kuat bagi DeepSeek untuk mengembangkan  LLM. Dalam wawancara ini pula Wenfeng buka-bukaan bahwa perusahaan modal ventura enggan membiayai DeepSeek, karena dianggap tidak bisa memberikan keuntungan dalam waktu cepat.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB