Ray Sahetapy memulai debutnya di dunia film pada tahun 1980 lewat "Gadis", di mana ia bertemu dengan Dewi Yull, yang kemudian menjadi istrinya. Namanya semakin dikenal setelah membintangi "Noesa Penida" (1988), yang membawanya masuk nominasi Aktor Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 1989.
Sepanjang kariernya, Ray telah dinominasikan sebanyak tujuh kali di FFI melalui berbagai film, seperti "Ponirah Terpidana" (1984), "Secangkir Kopi Pahit" (1985), "Kerikil-Kerikil Tajam" (1985), "Opera Jakarta" (1986), "Tatkala Mimpi Berakhir" (1988), dan "Jangan Bilang Siapa-Siapa" (1990). Saat perfilman Indonesia sempat meredup, ia tetap berkarya melalui teater dan membentuk komunitas seni.
Baca Juga: Tips Sehat dan Bugar Saat Lebaran: Nikmati Momen Spesial Tanpa Khawatir Kesehatan
Selain berakting, Ray juga sempat terjun ke dunia musik dengan merilis album "Say..." pada 1985, yang menampilkan duetnya bersama Dewi Yull dalam lagu "Satu Kenyataan Lagi" dan "Say…". Pada 2006, ia kembali aktif di dunia film dengan membintangi "Dunia Mereka" dan terpilih sebagai salah satu ketua PARFI.
Ray Sahetapy telah meninggalkan jejak yang mendalam di dunia seni peran Indonesia. Karyanya akan selalu dikenang oleh generasi mendatang.
Selamat jalan, legenda!