"Untuk mendukung AI, Anda memerlukan data yang kuat, yang sangat sulit didapat saat itu, di tahun 2016, saat saya berada di MIT," kata Wang dalam TED Talk, seperti yang dikutip oleh Enterpreneur.com.
Y Combinator, akselerator start up yang juga sudah pernah meluncurkan perusahaan seperti Airbnb dan Dropbox, menerima tim Scale AI ini saat itu juga.
Tak mau buang waktu, Wang lalu keluar dari MIT dan menjadi CEO Scale AI. Sementara Guo memimpin tim operasi dan desain produknya.
Namun, dynamic duo ini pecah kongsi pada tahun 2018. Guo meninggalkan Scale AI karena beda visi dengan Wang.
Baca Juga: AI Bisa Meringankan Kerja Pemimpin, Tapi Tetap Harus Ada Aturan dan Etikanya!
Miliarder Termuda
Tahun 2021, Wang menjadi miliarder di usia 24 berkat pertumbuhan Scale AI. Ia saat ini masih menjadi miliarder termuda di dunia dengan kekayaan yang fantastis di usia 28 tahun ini.
Menurut situsnya, Scale AI kini bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan AI besar, seperti OpenAI, Meta, dan Microsoft. Menurut Bloomberg, seperti yang dikutip Enterpreneur.com, Scale menghasilkan pendapatan sekitar $870 juta pada tahun 2024.
Dengan investasi Meta, Scale kini berencana untuk "mempercepat inovasi dan memperkuat kemitraan strategis dengan pelanggan". Scale juga akan mendistribusikan sebagian investasi kepada pemegang saham, dengan pembayaran berdasarkan seberapa besar perusahaan yang dimiliki setiap investor. ***