PejuangKantoran.com - Nama Salsa Erwina Hutagalung mendadak ramai diperbincangkan di media sosial usai menantang Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, untuk debat terbuka.
Tantangan debat Salsa tak ditanggapi Sahroni (kini sudah dicopot dari jabatannya oleh Partai Nasdem). Malah kemudian Salsa mengungkapkan bahwa dirinya mengalami "doxing yang membabi buta".
"Setelah dia tahu alamat rumahku, tiba-tiba buzzer-buzzer muncul di Threads, dengan nge-share informasi dan KTP aku secara terbuka, mulai dari nama, NIK, nama ibu, alamat, semua disebar secara terbuka," tuturnya.
Baca Juga: Jerome Polin Pimpin Kreator Konten Ajukan “17+8 Tuntutan Rakyat” untuk Pemerintah. Ini Isinya!
Tidak gentar dengan ancaman tersebut, Salsa menantang balik upaya-upaya tersebut dengan mengatakan bahwa ia tidak akan tinggal diam jika keluarganya diusik. Sebab, ia punya jaringan yang berpengaruh di dunia internasional.
Juara debat
Banyak netizen yang memuji aksinya yang berani sehingga dirinya mulai menjadi pusat perhatian.
Namun, sebenarnya Salsa tidak sembarangan menantang karena ia memang memiliki background pendidikan dan karir yang patut diacungi jempol.
Sejak muda, lulusan jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini sudah terbiasa tampil di ajang-ajang bergengsi. Ia pernah mewakili Indonesia dalam kompetisi debat dunia di Berlin pada 2012, dan berhasil mencapai babak perempat final.
Dua tahun kemudian, ia kembali menorehkan prestasi dengan menjuarai lomba debat internasional di Nanyang University, Singapura.
Pada tahun yang sama, Salsa juga dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi 1 dari kampusnya karena lulus dengan IPK nyaris sempurna, 3,80 dari 4,00. Ia juga meraih predikat Best Graduate.
Baca Juga: Tips Ampuh untuk Keluar, Blokir, dan Melaporkan Grup WhatsApp yang Mengganggu
Tak hanya itu, ia juga berhasil masuk daftar 10 Mahasiswa Berprestasi Nasional versi Kementerian Pendidikan.
Karir cemerlang di dalam dan luar negeri
Setelah lulus kuliah, Salsa langsung menapaki dunia profesional. Karirnya dimulai di Danone sebagai Sustainability Coordinator pada 2015.
Tak lama, ia pindah ke iPrice Ggroup di Kuala Lumpur, Malaysia. Di sana, ia memulai karirnya dari Content Marketing Executive hingga menjadi Head of Business Development hanya dalam beberapa tahun.