PejuangKantoran.com - “Saya seperti sommelier… tapi untuk keju.”
Begitu kalimat yang keluar dari mulut Francois Robin, sambil tersenyum ringan saat ditanya apa sebenarnya pekerjaannya. Ia bukan chef, bukan juga pembuat keju.
Tapi, ia tahu hampir segalanya tentang keju, rasa, asal-usul, cara menikmatinya, dan tentu saja, bagaimana memadukannya dengan makanan atau minuman lain agar jadi pengalaman rasa yang tak terlupakan.
Di dunia kuliner, pekerjaan seperti milik Francois jarang terdengar. Francois memulai harinya seperti seorang kurator rasa.
Baca Juga: WhatsApp Punya Fitur Baru Biar Kamu Nggak Ketinggalan Panggilan Lagi, Tampilannya Juga Diperbarui!
Ia tidak membuat keju, tapi ia mencicipinya, memilih, mengamati, mempelajari karakter setiap jenis keju, dan kemudian membagikannya kepada dunia. Dalam banyak hal, ia adalah jembatan antara pembuat keju dan penikmat keju.
“Saya dan kolega saya bekerja di kedai keju. Kami memilih keju, merawatnya selama proses pematangan, lalu menjualnya,” jelasnya.
Namun hidup Francois sedikit berbeda dari kebanyakan koleganya di Perancis. Ia tidak menetap di satu toko. Ia bepergian dari satu negara ke negara lain, menghadiri acara kuliner, memberi edukasi, hingga memandu sesi pairing yang memadukan keju dengan minuman atau makanan lokal.
“Saya tidak pernah punya dua hari yang sama. Hari ini saya di sini, besok mungkin di Bali, minggu depan kembali ke rumah,” katanya.
"Kehidupan saya seperti Taylor Swift untuk keju—tapi tidak dengan badan yang sama.”
Baca Juga: CEO Airbnb Brian Chesky Tak Suka Tradisi One on One Meeting, karena Menurutnya Tidak Efektif
Cinta Francois pada keju bukan hal baru. Ayahnya seorang pembuat keju. Dan sejak kecil, dunia keju sudah akrab dengannya. Tapi keputusan untuk menekuninya sebagai profesi datang belakangan. Di usia 35 tahun, ia merasa penat dengan pekerjaannya dan memutuskan untuk memulai dari awal.
“Saya pergi ke sekolah keju di Paris. Hari pertama atau kedua, saya langsung tahu, ini dia. Ini yang ingin saya lakukan.”
Sejak itu, keju bukan lagi sekadar makanan. Ia adalah bahasa, seni, dan alat komunikasi yang membawanya menjelajah dunia.