Yang Bikin Joe Taslim Penasaran sama Film Bollywood, usai Garap Film Laga Hollywood dan Hong Kong

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Senin, 22 September 2025 | 07:54 WIB
Sudah sangat mengenal budaya kerja di industri film Hollywood dan Hong Kong, sekarang Joe Taslim ingin bisa main film India. (IMDb)
Sudah sangat mengenal budaya kerja di industri film Hollywood dan Hong Kong, sekarang Joe Taslim ingin bisa main film India. (IMDb)

PejuangKantoran.comJoe Taslim dikenal sebagai salah satu aktor Indonesia yang berhasil menembus industri film Hollywood. Cukup banyak film Hollywood di mana ia terlibat seperti Fast & Furious 6 (2013), Star Trek Beyond, dan Mortal Kombat (2021).

Menutup akhir 2025, mantan atlet nasional judo ini mengumumkan bahwa ia baru saja menyelesaikan The Furious, film Hong Kong yang digarap sutradara Jepang, Kenji Tanigaki. Film tersebut baru saja mengikuti world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF).

Berpengalaman terlibat dalam berbagai kerja produksi baik di Hollywood atau Hong Kong, Joe Taslim merasa cara kerja keduanya sangat berbeda.

Baca Juga: Jadi Perbincangan, Leony Kritik Anggaran Pemkot Tangsel 2024

“Hollywood sangat safe. Aktor nggak boleh terlalu capek, nggak boleh cedera, nggak boleh overwork. Mereka ada insurance yang guarantee.

"Boleh dibilang manusiawi, but at the same time, sangat-sangat memanjakan juga. Dan itu ada di kontrak,” ujar aktor asal Palembang ini, saat acara "Kopi Darat Bersama Joe Taslim" di Wangsa Kemang, Jakarta, Selasa (16/09/2025).

Sedangkan budaya kerja di set produksi film-film Asia, khususnya di Hong Kong, mengharuskan aktor melakukan semuanya. Aktor harus kerja keras menghidupkan tuntutan action sendiri, begitu juga saat melakukan aksi-aksi laga di lokasi syuting. 

Ia mengakui ada kelebihan dan kekurangan dalam cara kerja film Hollywood atau Asia. Di Asia, karena aktor cenderung melakukan semua adegannya sendiri, hasilnya tidak akan bohong.

“Kalau di Hollywood, otomatis resiko cedera kecil, tapi hasil maksimal yang bisa dicapai. Ibaratnya kalau kita menonton film, dia nge-cut-nya setiap 2 detik, kita tahu yang (melakukan adegan laga) itu bukan dia.

"Mau itu film Marvel atau apapun, kalau sudah 2 detik cut, mukanya cut, jalan dikit cut. Itu sudah pasti aktornya hanya datang (ke set syuting) pada saat mukanya kelihatan!” terang Joe.

Baca Juga: Fenomena “Stop Tot Tot Wuk Wuk” Ramai di Medsos, Sindiran untuk Pengguna Sirene dan Strobo

Sementara, negara-negara Asia seperti di Jepang dan Hong Kong sangat terkenal untuk kualitas action yang baik. Artinya, aktor bisa bekerja tiga kali lipat lebih berat.

“Dan, jujur aku bisa hidup di dua habitat ini karena aku mau. Peraturan Hollywood, aku ikuti. Tapi, pada saat aku di Asia, Hong Kong style atau Indonesian style, aku juga lebih senang karena kreativitas sama rasa puasnya lebih banyak!” terang ayah tiga anak ini.

Walau sudah pernah bekerja di banyak film, Joe merasa masih ada satu tempat yang membuatnya penasaran untuk bisa ditembus. Tak lain adalah Bollywood!

“Ada satu yang belum dicoba. Bollywood! Harus belajar joget? Bisa! Kalau tawaran kayaknya ada-ada saja. Cuma memang mikir, ya. Ibaratnya main sama siapa, proyeknya dan jogetnya banyak atau nggak, gitu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X