PejuangKantoran.com - Namanya mulai menjadi perhatian ketika berhasil merebut tiga medali emas dan dua medali perak di cabang olahraga panjat tebing Pekan Olahraga Nasional atau PON 2024 Aceh - Sumut.
Padahal, PON 2024 merupakan debutnya. Di usia 15 tahun saat itu, Alma Ariella Tsany menjadi salah satu atlet panjat tebing termuda di tim Jawa Timur. Tak heran ia tak mau pasang target terlalu tinggi.
Namun perolehan medali yang melebihi target tersebut mendongkrak kepercayaan dirinya. Gadis kelahiran Gresik, Jawa Timur, 25 Juli 2009 itu pun pasang target untuk masuk pelatihan nasional (pelatnas). Mimpinya adalah berlaga di kompetisi bergengsi di luar negeri.
Baca Juga: Atlet Batak-Jerman Masniari Wolf Sabet Emas SEA Games 2025 di Nomor 50 Meter Gaya Punggung
"Inginnya sih (tampil) di internasional, kayak SEA Games, world cup. Pengennya. Yang paling tinggi, ya, Olimpiade 2028 (Los Angeles)," ujar Alma.
Siapa sangka, mimpi Alma terwujud hanya setahun setelah kemenangannya di PON 2024. Jumat (12/12/2025), bertempat di Bangkok Sport Climbing Center, Stadion SAT, Bangkok, Alma berhasil medali emas di SEA Games 2025.
Alma menjadi satu-satunya peserta yang berhasil mencapai puncak, dari delapan pemanjat putra dan putri yang turun di final disiplin lead.
Nomor lead mengharuskan pemanjat pertama (leader) memimpin jalur dan memasang pengaman (quickdraw) saat memanjat, sementara rekannya (belayer) di bawah mengendalikan tali.
Ia mengalahkan rekan senegaranya, Sukma Lintang Cahyani yang meraih medali perak. Adapun raihan emas dari Alma Ariella Tsany merupakan medali emas ke-19 bagi Indonesia saat itu.
Masuk klab sejak umur 5 tahun
Baca Juga: Aksi Pamungkas Sang Raja Wushu: Edgar Xavier Marvelo Mohon Pamit usai Raih Emas di SEA Games 2025
Dengan kemampuannya mencetak prestasi di usia 15 tahun, banyak yang menebak Alma sudah menekuni panjat tebing sejak kecil. Umur 5 tahun, ia sudah kerap memanjat pagar rumah.
Bukannya khawatir dan memintanya turun, kedua orang tua Alma -Lukman Hadi dan Dyah Purwaningsih- malah memasukkan putrinya ke klub panjat tebing Rock Hobbies Centre.
"Mulai memanjat (umur) lima tahun. Soalnya dulu suka manjat-manjat pager, terus diikutkan orang tua ke klub di Gresik," ujar Alma, yang juga siswi kelas satu SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Jawa Timur.
Di klub tersebut, hobi dan bakat Alma jadi lebih terarah. Sebagai pemula, penggemar mie aceh ini mengakui masih sering merasa takut. Misalnya pada kali pertama mencoba disiplin lead.