sosok

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
Profil Luvita Ho: Juara MasterChef Indonesia yang Tampil di Bite Me Sweet Korea. (Instagram/@luvitaho)

PejuangKantoran.com - Di tengah lanskap kuliner modern yang semakin menekankan pengalaman, nama Luvita Ho muncul sebagai representasi generasi baru pastry chef yang melihat dessert lebih dari sekadar hasil akhir. Baginya, rasa dan teknik hanyalah sebagian dari keseluruhan cerita—sementara pengalaman dan narasi menjadi elemen yang tak kalah penting.

Pendekatan ini terlihat jelas melalui partisipasinya dalam Bite Me Sweet, sebuah variety show kompetisi baking lintas negara yang tayang setiap Jumat di Viu. Berbeda dari kompetisi baking konvensional, acara ini mengangkat konsep dessert sebagai medium storytelling, di mana setiap kreasi harus mampu menerjemahkan karakter seseorang ke dalam bentuk rasa.

Dalam format yang unik ini, para chef tidak hanya dituntut menguasai teknik, tetapi juga kemampuan membaca manusia. Setiap peserta dipasangkan dengan muse—figur publik dengan persona dan latar belakang berbeda—yang kemudian menjadi sumber inspirasi utama dalam proses kreatif. Bagi Luvita, ini menjadi eksplorasi baru yang menantang.

Baca Juga: Apa Itu Rekening Dormant? Nasabah dengan Lebih dari Satu Rekening Bank Musti Hati-hati!

“Di sini aku gak baking sendirian, tapi berkolaborasi dengan muse. Tantangannya adalah menyatukan dua visi dari background yang berbeda, dan menemukan frekuensi yang sama supaya hasilnya maksimal,” ujarnya.

Alih-alih memulai dari resep, Luvita memilih pendekatan observasional. Ia membaca gestur, energi, hingga cara berkomunikasi sang muse, sebelum menerjemahkannya ke dalam komposisi rasa. Metode ini mencerminkan pergeseran penting dalam dunia pastry, dari yang berfokus pada produk menjadi berorientasi pada pengalaman.

Hal tersebut tergambar saat ia berpasangan dengan Lee Saeon. Kesan awal yang dingin namun perlahan menghangat, ia interpretasikan ke dalam dessert bertajuk “Tada! Dan-jjan Bokki”—perpaduan rasa manis dan asin yang kontras namun harmonis. Kreasi ini tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga berhasil secara eksekusi, hingga terpilih sebagai salah satu dessert terbaik dan masuk ke dalam menu store Bite Me Sweet.

Baca Juga: Usulan Gerbong Perempuan di Tengah KRL Muncul Usai Tragedi Bekasi

Bagi Luvita, kekuatan dessert justru terletak pada cerita yang dibangun di baliknya. “Kalau narasinya kuat, orang akan lebih connect dengan apa yang mereka makan,” jelasnya. Pendekatan ini membuatnya melihat inspirasi di luar dapur, mulai dari interaksi sehari-hari hingga pengalaman personal, sebagai bagian dari proses kreatif.

Lebih jauh, ia percaya bahwa dessert yang berkesan adalah yang memiliki tujuan jelas dari sang pembuat. Setiap elemen, dari tekstur hingga suhu, harus bekerja selaras untuk menciptakan pengalaman yang utuh.

Kehadiran Luvita Ho dalam Bite Me Sweet menegaskan arah baru industri pastry saat ini. Teknik tetap menjadi fondasi, namun diferensiasi lahir dari konsep, storytelling, dan kedalaman perspektif. Melalui karyanya, ia menunjukkan bahwa dessert bukan sekadar sesuatu yang dinikmati, melainkan pengalaman yang dirancang untuk dirasakan dan diingat.

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB