Alih-alih melihat keterbatasan sebagai penghalang, ia menemukan sistem yang memungkinkan dirinya tetap berkarya. Ini menjadi pengingat bahwa tidak semua orang harus bekerja dengan cara yang sama untuk menghasilkan sesuatu yang berarti.
5. Hargai mentor dan orang-orang yang mendukungmu
Perjalanan Kusama juga tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya. Seniman Georgia O'Keeffe pernah memberikan nasihat mengenai karier dan bisnis kepadanya, sementara sejumlah seniman lain seperti Donald Judd dan Joseph Cornell turut memberikan dukungan serta kritik terhadap karyanya.
Memiliki lingkungan yang mendukung dapat menjadi sumber kekuatan, terutama ketika seseorang sedang menghadapi masa sulit.
6. Nikmati proses, bukan hanya hasil akhirnya
Bagi Kusama, berkarya bukan sekadar cara untuk mendapatkan popularitas atau keuntungan. Aktivitas menciptakan seni menjadi bagian penting dalam kehidupannya dan membantunya menghadapi berbagai kesulitan.
Pelajaran terbesarnya adalah jangan sampai kesuksesan, ketenaran, atau uang menjadi satu-satunya alasan untuk melakukan sesuatu. Ketika prosesnya sendiri memiliki makna, pekerjaan dapat memberikan kepuasan yang tidak selalu bisa diperoleh dari pencapaian akhir.
Perjalanan Yayoi Kusama menunjukkan bahwa merawat diri tidak selalu berarti berhenti atau menjauh dari pekerjaan. Terkadang, self-care justru berarti mengenali batas diri, memilih lingkungan yang tepat, menemukan cara kerja yang sesuai, dan tetap melakukan sesuatu yang memberikan makna.