PejuangKantoran.com - Bagi pekerja kantoran, Sabtu dan Minggu mungkin terasa seperti bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Dua hari ini identik dengan waktu untuk tidur lebih lama, berkumpul dengan keluarga, bepergian, atau sekadar terbebas dari email pekerjaan.
Namun, pola lima hari kerja dan dua hari libur yang sekarang dianggap normal ternyata relatif baru. Tahun 2026 bahkan menandai sekitar satu abad sejak pola tersebut mulai dipopulerkan secara luas oleh perusahaan besar.
Lantas, bagaimana ceritanya Sabtu dan Minggu akhirnya menjadi weekend?
Baca Juga: 30 Kota Paling Populer buat Digital Nomad, Canggu Bali Masih Jadi Favorit dari Indonesia
Dulu, Enam Hari Kerja Itu Normal
Sebelum industrialisasi, aktivitas manusia lebih banyak mengikuti musim, matahari, dan kebutuhan pertanian. Konsep jam kerja seperti sekarang belum menjadi standar.
Ketika revolusi industri berkembang, pekerjaan di pabrik menjadi lebih teratur. Pekerja memiliki jam kerja panjang dan jadwal yang ketat. Enam hari kerja dalam seminggu merupakan hal yang umum, sementara Minggu menjadi satu-satunya hari libur di banyak masyarakat.
Seiring waktu, muncul tuntutan agar pekerja mendapatkan waktu istirahat lebih banyak.
Di Inggris bahkan dikenal tradisi “Saint Monday”, ketika sebagian pekerja tidak masuk kerja pada Senin setelah menghabiskan waktu pada akhir pekan.
Sabtu Tidak Langsung Menjadi Hari Libur
Menariknya, gagasan mengenai weekend dua hari tidak dimulai oleh Henry Ford.
Pada awal abad ke-20, sejumlah perusahaan sudah mulai memberikan Sabtu sebagai hari libur atau mengurangi jam kerja pada hari tersebut. Salah satu alasannya berkaitan dengan kebutuhan pekerja Yahudi yang menjalankan Sabbath dari Jumat sore hingga Sabtu.
Beberapa perusahaan juga mulai menyadari bahwa pekerja yang mendapatkan waktu istirahat lebih banyak tidak selalu berarti produktivitas menurun.
Di Inggris, misalnya, Boots pada 1933 menghapus shift Sabtu pagi di salah satu pabriknya setelah produksi meningkat dan perusahaan mengalami surplus stok. Kebijakan tersebut kemudian dikaitkan dengan penurunan absensi dan diperluas ke lebih banyak pekerja.
Baca Juga: Badan Khusus PBB 'FAO' Membuka Lowongan Kerja National Project Assistant, Kontrak 12 Bulan
Henry Ford Membuat Weekend Modern Mendunia
Nama Henry Ford kemudian menjadi sangat terkenal dalam sejarah weekend.
Artikel Terkait
Menyingkap Rahasia Erling Haaland: Kisah di Balik Monster Gol yang Mengguncang Jagat Sepak Bola
Erling Haaland Jadi Sensasi Piala Dunia 2026, Tak Hanya Tajam di Lapangan tapi Juga Raup Pendapatan Rp1,3 Triliun
Orang Indonesia di Balik Megahnya Upacara Pembukaan dan Penutupan Piala Dunia 2026
Perry Warjiyo Mundur Jadi Gubernur BI! Ini 5 Pejabat yang Mundur di Era Prabowo
Setelah 6 Tahun di Tanah Air, Kapten Indonesia All Stars Ezra Walian Akhirnya Jajal Rumput GBK
Pesan Tyrone Mings untuk Anak Muda yang Ingin Menjadi Pesepakbola Profesional
Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Dunia, Jadi Profesor Pria Termuda dalam Sejarah
Sosok Kolonel Inf Priyo Handoyo dan Para Perwira Upacara saat HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Juan Reza dan Verry Klau, dari Konten Hiburan di TikTok Berujung Tampil Live di Istana Merdeka
Kuliah 4 Tahun Dinilai Terlalu Lama, Bos OpenAI Ungkap Alasannya