PejuangKantoran.com - Nama Yayoi Kusama identik dengan karya penuh titik, pola berulang, dan instalasi Infinity Mirror Rooms yang membuat pengunjung seolah masuk ke ruang tanpa batas. Di balik kesuksesan tersebut, perjalanan hidup dan karier Kusama juga dipenuhi penolakan, kelelahan, hingga keputusan-keputusan yang tidak biasa.
Forbes pada 2017 merangkum enam pelajaran dari perjalanan Kusama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama tentang bagaimana menjaga diri sambil tetap mengejar tujuan dan kreativitas.
1. Jangan takut mengalami penolakan
Penolakan merupakan bagian dari perjalanan Kusama. Ia dikenal berani bereksperimen dan menantang batas seni konvensional. Salah satu contohnya terjadi di Venice Biennale 1966, ketika ia dikeluarkan dari instalasinya setelah menjual bagian dari karya yang dipamerkan sebagai bentuk kritik terhadap hubungan seni dan komersialisme.
Namun, pengalaman tersebut tidak menghentikan kariernya. Bertahun-tahun kemudian, pada 1993, Kusama justru kembali ke Venice Biennale untuk mewakili Jepang.
Baca Juga: Yayoi Kusama, Seniman Jepang yang Dijuluki Ratu Polka Dot, Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun
2. Berani mengatakan tidak pada hal yang tidak sesuai
Tidak semua lingkungan atau pilihan harus dipaksakan. Ketika masih belajar seni di Kyoto, Kusama merasa pendidikan yang dijalaninya membatasi kreativitasnya. Ketidakpuasan tersebut justru mendorongnya mengeksplorasi seni modern Barat dan akhirnya mengambil keputusan besar untuk pindah ke New York.
Dari pengalaman tersebut, ada pelajaran sederhana: terkadang mengatakan tidak terhadap sesuatu yang tidak sesuai justru membuka jalan menuju kesempatan yang lebih tepat.
3. Prioritaskan kesehatan dan kesejahteraan diri
Kesuksesan tidak selalu berarti harus terus bekerja tanpa henti. Pada masa awal kariernya, Kusama mengalami kelelahan akibat bekerja berlebihan dan beberapa kali harus menjalani perawatan.
Pengalamannya menunjukkan bahwa menjadi produktif bukan berarti selalu sibuk. Menjaga kesehatan fisik dan mental juga merupakan bagian penting dari perjalanan menuju kesuksesan.
4. Temukan cara bekerja yang paling sesuai untuk diri sendiri
Kusama kemudian membangun rutinitas dan lingkungan kerja yang berbeda dari kebanyakan seniman. Meski tinggal di institusi kesehatan mental, ia tetap menjalankan praktik seninya secara konsisten dari studio yang berada di dekat tempat tinggalnya.
Artikel Terkait
Orang Indonesia di Balik Megahnya Upacara Pembukaan dan Penutupan Piala Dunia 2026
Perry Warjiyo Mundur Jadi Gubernur BI! Ini 5 Pejabat yang Mundur di Era Prabowo
Setelah 6 Tahun di Tanah Air, Kapten Indonesia All Stars Ezra Walian Akhirnya Jajal Rumput GBK
Pesan Tyrone Mings untuk Anak Muda yang Ingin Menjadi Pesepakbola Profesional
Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Dunia, Jadi Profesor Pria Termuda dalam Sejarah
Sosok Kolonel Inf Priyo Handoyo dan Para Perwira Upacara saat HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Juan Reza dan Verry Klau, dari Konten Hiburan di TikTok Berujung Tampil Live di Istana Merdeka
Kuliah 4 Tahun Dinilai Terlalu Lama, Bos OpenAI Ungkap Alasannya
Siapa yang Berjasa Buat Sabtu-Minggu Jadi Hari Libur Kerja? Ini Sejarah Weekend
Kini Peringkat 2 Trending People di IMDb, Sosok Agnez Mo dan Kehidupan Pribadinya Makin Dikulik Media Luar