6 Pelajaran Self-Care dari Yayoi Kusama, Seniman yang Mengubah Kegagalan Menjadi Karya Besar

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:27 WIB
Museum ini memamerkan berbagai karya seni rupa dan kontemporer dari dalam dan luar negeri, termasuk karya seniman terkenal seperti Yayoi Kusama. (museummacan.com)
Museum ini memamerkan berbagai karya seni rupa dan kontemporer dari dalam dan luar negeri, termasuk karya seniman terkenal seperti Yayoi Kusama. (museummacan.com)

Alih-alih melihat keterbatasan sebagai penghalang, ia menemukan sistem yang memungkinkan dirinya tetap berkarya. Ini menjadi pengingat bahwa tidak semua orang harus bekerja dengan cara yang sama untuk menghasilkan sesuatu yang berarti. 

Baca Juga: Smokejumper Adalah Petugas Pemdaam Kebakaran yang Diterjunkan Dari Pesawat. Negara Mana yang Pertama Kali Punya?

5. Hargai mentor dan orang-orang yang mendukungmu

Perjalanan Kusama juga tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya. Seniman Georgia O'Keeffe pernah memberikan nasihat mengenai karier dan bisnis kepadanya, sementara sejumlah seniman lain seperti Donald Judd dan Joseph Cornell turut memberikan dukungan serta kritik terhadap karyanya.

Memiliki lingkungan yang mendukung dapat menjadi sumber kekuatan, terutama ketika seseorang sedang menghadapi masa sulit. 

Baca Juga: Kerja Selalu On Point Tapi Kok Karier Jalan di Tempat? Mungkin Ini 5 Kesalahan yang Sering Tidak Disadari

6. Nikmati proses, bukan hanya hasil akhirnya

Bagi Kusama, berkarya bukan sekadar cara untuk mendapatkan popularitas atau keuntungan. Aktivitas menciptakan seni menjadi bagian penting dalam kehidupannya dan membantunya menghadapi berbagai kesulitan.

Pelajaran terbesarnya adalah jangan sampai kesuksesan, ketenaran, atau uang menjadi satu-satunya alasan untuk melakukan sesuatu. Ketika prosesnya sendiri memiliki makna, pekerjaan dapat memberikan kepuasan yang tidak selalu bisa diperoleh dari pencapaian akhir. 

Perjalanan Yayoi Kusama menunjukkan bahwa merawat diri tidak selalu berarti berhenti atau menjauh dari pekerjaan. Terkadang, self-care justru berarti mengenali batas diri, memilih lingkungan yang tepat, menemukan cara kerja yang sesuai, dan tetap melakukan sesuatu yang memberikan makna. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X