Ditambahkannya pula, healing dengan berlibur ke luar negeri bukan cara yang tepat untuk dapat menuntaskan gangguan kesehatan mental. Ia melihat itu hanya sebagai alasan saja.
“Tidak akan ada bedanya. Mau pindah ke tempat mana pun, kalau dalam diri belum selesai, problemnya tetap sama. Kalau problemnya dalam diri, mau ditaruh di mana pun tetap bermasalah,” serunya.
Jadi, kita tahu apa yang mendasari problem tersebut, lebih baik selesaikan dulu akar masalahnya. Kalau tidak, menurut Giulio dampaknya akan berlipat ganda. (Syanne Susita)